Sudah jadi rahasia umum kalau semua umat Muslim sangat ingin pergi ke Tanah Suci. entu, keinginan ini muncul agar mereka dapat menunaikan ibadah umrah atau haji. Kegiatan ini menjadi bukti ketaatan kepada Allah SWT. Masalahnya adalah masih banyak orang kurang yakin tentang tata cara ibadahnya. Salah satu bagian yang paling sering calon jamaah tanyakan yaitu Sa’i.
Kurangnya pemahaman ini bukan cuma jadi risiko tidak sahnya ibadah. Hal ini juga bisa membuat jamaah jadi merasa kurang khusyuk terhadap rangkaian yang lain. Maka itu, artikel ini hadir untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pembaca akan belajar semua informasi penting mengenai Sa’i, agar praktiknya di Tanah Suci nanti sesuai dengan tata cara yang benar.
Apa yang dimaksud dengan Sa’i?
Sa’i adalah ibadah yang dilakukan saat umrah atau haji dengan berjalan bolak-balik tujuh kali antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Dari definisi ini, pembaca mungkin mengira bahwa kegiatan ini cukup melelahkan secara fisik. Perlu diketahui kalau di dalam kegiatan tersebut terkandung makna spiritual yang kuat. Nilainya ada di simbol tawakal dan keteguhan hamba dalam mencari pertolongan Allah SWT.
Fakta menariknya adalah ibadah ini punya kaitan erat dengan kisah Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS. Pada waktu itu, Siti Hajar ditinggal bersama anak laki-lakinya, Nabi Ismail AS di tengah gurun tandus. Dalam kondisi tanpa stok air maupun makanan, Siti Hajar menunjukkan keteguhan yang luar biasa. Ia berlari bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali dengan keyakinan bahwa Allah SWT akan menolong. Usahanya dibayar dengan munculnya sumber air Zamzam.
Dari kisah ini, ada pelajaran yang dalam tentang pentingnya rasa sabar dan kerja keras. Kedua hal ini sangat penting untuk dimiliki saat menghadapi ujian di kehidupan. Di tengah kesusahan itu, Siti Hajar tetap berjuang mencari solusi sambil menaruh harapan bahwa pertolongan akan datang dari Allah SWT. Inilah alasan kenapa ibadah ini jadi pengingat bagi umat Muslim kalau tiap usaha yang dilengkapi iman akan selalu bernilai.
Langkah-langkah pelaksanaan
Penting untuk diketahui kalau Sa’i punya tahapan berurutan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami tahapan ini dengan seksama. Tujuannya tentu agar tiap langkah dilakukan sesuai dengan syariat agama. Jadi, Anda tidak akan ada lagi rasa ragu saat melaksanakannya. Paham dengan urutan-urutan pelaksanaan membuat jamaah jadi lebih terarah. Keadaan ini membuat mereka menjadi lebih fokus dan khusyuk untuk mendalami makna di balik kegiatan tersebut.
Dilihat dari garis besar, rangkaian ibadahnya sebenarnya cukup simpel. Semua kegiatan dimulai dari persiapan. Lalu, langkah selanjutnya masuk ke pelaksanaan dan penutupan setelah memutar tujuh kali. Yang banyak orang tidak tahu adalah tiap kegiatan punya peran masing-masing dalam ibadah. Jadi, Anda tidak boleh melewatkan satu pun dari rangkaian yang sudah ditetapkan agama.
Persiapan sebelum memulai
Karena urutan Sa’i sendiri ada setelah selesainya tawaf, maka pastikan seluruh kegiatan ibadah sebelumnya sudah selesai. Ini terjadi agar proses peribadatan tidak keliru. Jika terjadi, maka seluruh rangkaian terancam tidak sah. Perlu diingat, tawaf memakan energi, sehingga kondisi fisik harus menjadi perhatian utama. Aktivitas jalan bolak-balik yang akan dilakukan membuat Anda harus punya stamina yang cukup. Kalau merasa lelah, sangat disarankan untuk tidak memaksakan diri. Lebih baik istirahat sejenak dahulu agar kegiatan tetap lancar.
Pelaksanaan dari Shafa ke Marwah
Pelaksanaannya sendiri dimulai dari Bukit Shafa. Saat di sana, pastikan Anda menghadap arah kiblat dan membaca doa dan dzikir yang dianjurkan. Ketika bergerak, jamaah harus tetap khusyuk dan menjaga keadaan tertib. Aktivitas berjalan ini dilakukan di area khusus yang telah ditentukan untuk Sa’i. Saat sudah tiba di Bukit Marwah, maka satu putaran sudah selesai dan Anda harus mengulang lagi sampai tujuh kali.
Kesalahan yang sering terjadi saat Sa’i
Ketika dilaksanakan, banyak jamaah secara tidak sadar melakukan kesalahan kecil. Kebanyakan kasus ini terjadi karena mereka kurang paham dengan teknis pelaksanaan. Atau, hal ini bisa juga terjadi karena terlalu fokus menyelesaikan jumlah putaran tanpa melihat ketentuan lain. Semua hal tersebut dapat menjadi lebih sulit karena kondisi area yang ramai. Jadi, penting bagi pembaca untuk tahu beberapa kesalahan yang paling sering terjadi:
-
Salah menghitung putaran, menjadi kurang atau lebih dari tujuh kali
-
Tidak memulai Sa’i dari Bukit Shafa sesuai ketentuan
-
Kurang paham dengan batas-batas area jalan saat melaksanakan
-
Pelaksanaan yang terburu-buru tanpa mengucap doa yang dianjurkan dengan benar
Jalan ibadah umroh dan haji dengan jasa travel terpercaya bersama Alhijaz Indowisata
Setelah dibaca sampai titik ini, bisa dilihat kalau ibadah Sa’i sebenarnya tidak ribet sama sekali. Seluruh rangkaiannya sangat mudah untuk dipahami. Hal ini jadi motivasi tambahan agar jamaah semakin semangat untuk bersiap diri jika mau beribadah umrah atau haji. Meski sudah tahu tata cara yang benar, Anda masih harus mencari penyedia jasa travel terpercaya agar perjalanan terjamin.
Untungnya, Alhijaz Indowisata hadir sebagai solusi travel umrah dan haji Anda. Dengan sertifikasi resmi dari Kementerian Agama RI, perjalanan jamaah dijamin akan sesuai standar. Hal ini jadi alasan kenapa pembaca tidak perlu khawatir bahwa uang yang dikeluarkan akan terbuang dengan sia-sia. Anda dapat memilih bulan perjalanan umrah yang paling sesuai dengan jadwal Anda. Ini terjadi karena Alhijaz mengadakan perjalanan umrah di tiap bulan. Pelanggan cuma perlu pergi ke website untuk memilih paket paling sesuai dan pesan lewat nomor WhatsApp 08111341212.