MAU UMROH BERSAMA TRAVEL TERBAIK DI INDONESIA ALHIJAZ INDO WISTA..?

YOOK LANGSUNG WHATSAPP AJA KLIK DISINI 811-1341-212
 

umroh oktober

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. umroh november di Pandeglang

saco-indonesia.com, Apes telah dialami oleh Sherif Ashraf Abdulrahman yang berusia (27) tahun , warga negara asing (WNA) asal Mesir yang sudah setahun menetap di Jalan Rasamala No 4 RT 3 RT 08, Komplek Bukit Asam Baru, Tanjung Enim, Muara Enim. Mobil Daihatsu Xenia BG 1004 D warna coklat miliknya telah dirampas oleh kawanan pencuri yang mengaku sebagai polisi.

Saat melapor ke Polresta Palembang, Sherif juga mengaku berprofesi sebagai sopir travel Muara Enim-Palembang. Peristiwa itu telah terjadi saat dirinya mengangkut penumpang menuju Palembang. Saat berada di ruas Jalan KH Wahid Hasyim, dekat SPBU Simpang KB, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Minggu (22/12) dini hari sekitar pukul 14.00 WIB, Sharif mendadak distop oleh kawanan pelaku yang telah mengendarai mobil Honda CRV warna cokelat.

Salah satu pelaku tesebut turun, lalu menghampiri korban. Satu pelaku lagi masuk dan menyuruh korban bersama semua penumpang turun. Saat itu, korban juga sempat bertanya apa tujuan mereka menurunkan penumpang.

Kawanan tersebut juga mengaku sebagai polisi yaqng sedang menggelar razia. Anehnya, salah satu pelaku memukul korban dengan kunci dongkrak. Beruntung korban tidak mengalami luka berat.

Tak lama kemudian, kawanan tersebut membawa mobil yang dikendarainya menuju arah Jembatan Ampera. Ia juga sudah berusaha mempertahankan mobilnya, namun ia kembali dipukul. "Saya lari dan terus lari menuju pos polisi di simpang empat dekat pembangunan flyover. Mobil CRV itu diikuti mobil saya dari belakang menuju jembatan Ampera," ungkap Sherif pria beristrikan warga Muara Enim ini.


Editor : Dian Sukmawati

POLISI GADUNGAN MERAMPOK

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »