umroh mei

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. travel umroh akhir ramadhan di Jatisampurna

Saco-Indonesia.com - Setiap ibu tentu ingin selalu bersama dengan buah hatinya. Tetapi bagi para ibu bekerja di luar rumah hal itu tak bisa dipenuhi. Menyewa tenaga pengasuh anak adalah solusi alternatif untuk mengurus si kecil. Meski waktu yang Anda miliki terbatas saat di rumah, Anda tetap bisa menjalin kedekatan dengan anak agar ia tak terlalu "lengket" dengan pengasuhnya.

Menurut Rini Hildayani, psikolog Anak dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, secara alamiah anak akan lebih mengenali orang yang berinteraksi lebih baik dengannya. Kedekatan dengan anak ini disebut dengan istilah attachment.

Rini memaparkan, pada usia baru lahir hingga 6 minggu merupakan fase preattachment yaitu anak belum dapat mengetahui siapa orang yang dekat dengannya. Usia 6 minggu hingga 6 atau 8 bulan merupakan fase attachment in the making yaitu anak sudah mulai dapat membedakan orang yang dekat dengannya.

Sedangkan usia 6 atau 8 bulan hingga 18 atau 24 bulan merupakan fase clear-cut attachment yaitu dimana anak sudah dapat membedakan dengan jelas orang yang dekat dengannya. Dan usia 18 atau 24 bulan ke atas, fase formation of reciprocal relationship, anak sudah dapat memberikan aksi timbal balik dari kedekatannya dengan seseorang.

Kesibukan seringkali menjadi halangan untuk bisa dekat dengan anak Anda. Namun untuk dapat menjadi orang yang dekat dengan anak, Anda perlu menyiasati waktu pertemuan Anda yang singkat dengannya secara optimal.

"Meskipun secara kuantitas pertemuan Anda dengan anak sedikit, namun jika kualitasnya baik, anak Anda akan merasa dekat dengan Anda," tutur Rini.

Lalu bagaimana cara mendekatkan diri dengan anak meski jarang bertemu? Simak kiat dari Rini berikut ini.

1. Sediakan waktu selama mungkin untuk dihabiskan dengan si kecil. Jika Anda harus bekerja dari pagi hingga malam, pastikan setidaknya Anda memberikan setengah jam untuk bermain dengannya.

2. Jangan sibuk dengan yang lain saat bersamanya. Secara fisik dekatnya saja tidak cukup untuk membuat Anda benar-benar menciptakan kedekatan dengan anak. Upayakan untuk benar-benar fokus pada si kecil dan tinggalkan urusan di luar itu.

3. Optimalkan untuk bermain. Permainan-permainan kecil seperti bernyanyi bersama, atau merespon kata-katanya akan semakin mendekatkan Anda dengan si buah hati.

4. Hargai dia. Ingat, anak Anda bukan barang. Saat akan menggendongnya, mengganti popoknya, atau memberinya makan, pastikan Anda mengajaknya bicara dan meminta "izin" padanya saat akan melakukannya. Selain mengajari kata-kata baru padanya, ini juga akan membantu menciptakan kedekatan.

Editor :Liwon Maulana
Sumber:http://health.kompas.com/read/2013/03/26/15483777/Menjalin.Kedekatan.dengan.Anak.Me ski.Sibuk.Bekerja
Menjalin Kedekatan dengan Anak Walaupun Kita Sibuk Bekerja

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »