ITINERARY PERJALANAN UMROH REGULER 9hari LANDING MADINAH

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. travel haji khusus di Jakarta Timur

Dinas Pendidikan DKI Jakarta mencatat 99,86 persen atau 153.009 siswa di ibu kota mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan sederajat. Dari total keseluruhan yaitu 15.231 siswa, sebanyak 222 siswa atau 0,14 persen tidak mengikuti UN hari pertama.

Untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), sebanyak 12.317 siswa (99,63 persen) hadir dan 45 siswa (0,37 persen) tidak hadir. Sementara untuk siswa SD Luar Biasa (SDLB), kehadiran mencapai 100 persen, yaitu dengan total 123 siswa.

"Pelaksanaan UN untuk tingkat SD dan sederajat di Jakarta pada hari pertama berjalan lancar. Sebanyak 99,86 persen siswa hadir," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, di Jakarta, Senin (6/5/2013).

"Berdasarkan data kami, dari total 222 siswa atau 0,14 persen yang tidak mengikuti ujian hari ini, sebanyak 10 siswa tercatat tidak hadir karena meninggal dunia," ujar Taufik.

Taufik mengungkapkan pihaknya juga mencatat sebanyak 33 siswa tidak hadir dengan alasan sakit, 105 siswa tanpa keterangan, dan 74 siswa terdaftar sebagai siswa inklusi.

Menurut Taufik, pihaknya memberikan kesempatan bagi siswa-siswa yang tidak hadir pada hari pertama pelaksanaan UN, untuk mengikuti ujian susulan.

"Minggu depan, rencananya, kami akan mengadakan ujian susulan dengan mata pelajaran yang sama untuk seluruh siswa yang tidak sempat mengikuti ujian hari ini. Jadi, siswa tidak perlu khawatir," ungkap Taufik.

Berdasarkan data Disdik DKI Jakarta, pada hari pertama UN, sebanyak 140.614 siswa SD (99,87 persen) mengikuti ujian dan 177 (0,13 persen) siswa tidak hadir.

edukasi.kompas.com

 

 

 

 

 

SEKITAR 222 SISWA JAKARTA TIDAK MENGIKUTI UN TINGKAT SD
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »