umroh desember

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. promo umroh november di Cilodong

Terpidana kasus korupsi yang menjadi buronan Kejaksaan Agung, Susno Duadji dikabarkan menyerahkan diri ke pihak kejaksaan. Susno kini sudah berada 'di tangan' tim eksekusi Kejaksaan Agung.

Informasi yang dihimpun detikcom, Jumat (3/5/2013) Susno menyerahkan diri malam tadi. Susno menyerahkan diri setelah ditetapkan buron selama sepekan.

Saat dikonfirmasi Kapuspenkum Kejagung Setia Untung Arimuladi enggan menjelaskan lebih jauh. Dirinya tidak mengetahui persis informasi tersebut.

"Saya tidak tahu," kata Setia saat dikonfirmasi.

Setia juga belum mengetahui soal informasi Jaksa Agung Basrief Arief akan melakukan jumpa pers pagi ini terkait penyerahaan diri Susno.

"Jangan paksa saya ngomong dong kalau saya tidak mau," imbuhnya.

Sementara itu kuasa hukum Susno Fredrich Yunadi juga belum mengetahui informasi tersebut. "Saya tidak tahu, tanya Kejaksaan saja," jawabnya singkat.

Seperti diketahui, Rabu, (24/4) pagi, Jaksa eksekutor dari Kejati DKI, Kejati Jabar dan Kejari Jakarta Selatan yang berjumlah puluhan orang mendatangi rumah Susno Duadji di Dago Pakar, Bandung. Mereka akan melakukan eksekusi pada mantan Kabareskrim itu.

Perdebatan sengitpun tidak dapat dihindarkan. Susno meminta perlindungan dari Polda Jawa Barat. Eksekusi yang berlangsung hingga tengah malam ini pun gagal. Jaksa harus pulang dengan tangan hampa.

Di tengah upaya jaksa mencari dan mengesekusi Susno, tiba-tiba publik dikagetkan dengan kemunculan Susno di Youtube. Dalam video itu, Susno menuding kejaksaan melakukan eksekusi liar.

Dalam rekaman berdurasi 15 menit 34 detik itu, Susno mengaku tidak berupaya melarikan diri untuk menghindar dari eksekusi. Bakal calon anggota legislatif dari Partai Bulan Bintang itu menyatakan, saat ini ia berada di daerah pemilihan Jawa Barat 1.

AKHIRNYA SUSNO DUADJI MENYERAHKAN DIRI KE PIHAK YANG BERWAJIB
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »