ITINERARY PERJALANAN UMROH REGULER 10HARI JUMATAIN

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. promo paket umroh murah di Pancoran Mas

Saco-Indonesia.com - Ini hari, tepatnya 25 tahun lalu, internet pertama kali diperkenalkan pada dunia. Sejak hari itu pula dunia berubah.

Seperti yang dilansir oleh PBS (27/11), tepat pada 12 Maret 2014 ini, internet atau world wide web genap berusia setengah abad. Tak terasa, pada hari inilah pertama kalinya Sir Tim Berners-Lee memperkenalkan dunia maya pada khalayak lewat sebuah ceramah ilmiah.

Secara perlahan, internet pun mulai mengubah cara hidup manusia. Di 1995, hanya ada sekitar 14 persen saja orang Amerika yang memilikinya, namun kini siapa saja bisa mengaksesnya dengan mudah bahkan lewat ponsel murah.

Saat ini, hampir seluruh kegiatan kita dilakukan lewat layanan revolusioner ini. Mulai dari belajar, bekerja, bahkan bersosialisasi pun bisa dilakukan hanya dengan mengetik www di peramban internet.

Internet pun akhirnya membawa banyak dampak negatif dan positif dalam kehidupan kita. Ada yang terbantu dengan keberadaannya, namun tak sedikit yang jadi sial karenanya.

Apapun itu, dunia telah berubah akibat internet. Selamat ulang tahun internet!

 

Sumber : Merdeka.com

Editor : Maulana Lee

Ini Hari internet genap berusia seperempat abad

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »