Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari
Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. paket umroh haji Sukmajaya
WASHINGTON, Saco-
Indonesia.com - Ilmuwan berhasil menemukan satu lagi planet alien alias planet yang
berada di luar Tata Surya. Planet tersebut dinamai Kepler 76b serta punya sebutan Planet
Einstein.
Planet Einstein adalah planet gas panas yang ukurannya 25 persen
lebih besar dari Jupiter. Planet ini berjarak 2000 tahun cahaya dari Bumi.
Planet ini berjarak sangat dekat dengan bintangnya. Lingkungannya amat panas, suhunya
mencapai 1982 derajat Celsius. Sementara, satu tahun di planet ini setara dengan 1,5 hari di
Bumi.
Ilmuwan menyebut Kepler 76-b sebagai planet Einstein karena terkait
proses penemuannya yang didasarkan pada pemahaman tentang relativitas Einstein.
Teknik penemuan planet terbaru itu pertama kali dikemukakan oleh Avie Loeb dari Harvard
Smithsonian Center for Astrophysics (CfA) pada tahun 2003.
Dengan teknik ini,
penemuan planet dilakukan dengan melihat perubahan kecil pada bintang akibat planet yang
mengelilinginya dan perubahan jaraknya relatif terhadap Bumi.
Perubahan yang
dilihat antara lain peningkatan intensitas cahaya bintang akibat jaraknya yang lebih dekat
terhadap Bumi dan peredupannya saat menjauh.
Perubahan lain yang dilihat
adalah pelebaran kenampakan bintang hingga menyerupai football akibat gaya tarik planet yang
mengelilinginya. Pelebaran juga menyebabkan peningkatan intensitas cahaya.
Sementara, hal terakhir yang dilihat adalah cahaya bintang yang dipantulkan oleh planet yang
mengelilinginya.
"Kami mendeteksi efek yang sangat kecil. Kami butuh
pengukuran dengan akurasi tinggi untuk melihat kecerlangan bintang, hingga skala bagian per
juta," kata David Latham dari CfA.
Simchon Faigler dari Tel Aviv
University di Israel yang juga terlibat studi menuturkan bahwa hal pengukuran dimungkinkan
karena data memadai yang telah dikoleksi wahana Kepler.
Tsevi Mazeh dari Tel
Aviv Unicersity seperti dikutip Physorg, Senin (13/5/2013), mengatakan, "Ini
pertama kalinya aspek teori relativitas Einstein dipakai untuk menemukan planet."
Penemuan planet biasanya dilakukan dengan metode transit, dengan melihat peredupan
cahaya bintang saat ada planet melewati mukanya, atau teknik radial velocity.
Walau tak mampu menemukan planet sukuran Bumi, teknik baru ini memberikan kelebihan. Misalnya,
penemuan planet alien tak harus menunggu adanya planet yang transit di muka bintangnya.
Penemuan Planet Einstein dipublikasikan di Astrophysical Journal, pasa Senin
kemarin.
Editor :Liwon Maulana(galipat)
Ilmuwan Temukan Planet Einstein
BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.
Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.
Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.
The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.
Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.
Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.
Taiwan party leader affirms eventual reunion with China