MAU UMROH BERSAMA TRAVEL TERBAIK DI INDONESIA ALHIJAZ INDO WISTA..?

YOOK LANGSUNG WHATSAPP AJA KLIK DISINI 811-1341-212
 

umroh oktober

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. paket umroh desember Gerogol

saco-indonesia.com, Selain produk, Telkom Group Balikpapan juga telah berpartisipasi dalam hal sosial, salah satunya dengan telah menyisihkan anggaran dana untuk Community Social Responsibility (CSR).

Dana yang telah dikeluarkan tidak tanggung-tanggung. Dalam hal membiayai CSR ini, Telkom Group telah menyisihkan dana sebesar Rp 2,5 miliar. Bentuk dari CSR ini adalah Bina Lingkungan yang telah dimulai sejak tahun 2004 silam.

"Kami juga salurkan dalam bentuk kegiatan Bina Lingkungan sejak 2004 sampai akhir 2013," kata Broto Suseno, Pelaksana Operasional Harian (POH) GM Telkom Witel Kalimantan Timur Bagian Selatan.

Bentuk kegiatan Bina Lingkungan adalah bantuan untuk kegiatan pendidikan, pengadaan sarana umum, sarana ibadah, bantuan bagi masyarakat yang telah tertimpa musibah bencana alam, penyediaan sarana dan kegiatan kesehatan masyarakat serta berbagai pelatihan untuk dapat meningkatkan kualitas pengetahuan mengenai informasi, komunikasi dan teknologi (ICT, information, communication, and technology).

"Kegiatan kami hari ini juga bagian dari CSR ini," tambah Manager Communication Regional Kalimantan, Noercahyo Setiabudi.

Minggu pagi tersebut, Telkom juga menggelar acara donor darah dan kegiatan yang disebut BOMBASTIS di halaman Pasar Segar, Balikpapan Baru. Sampai menjelang siang terkumpul hingga 500 kantong darah berbagai golongan yang segera diserahkan kepada PMI Balikpapan.

BOMBASTIS atau Barang Bosan Masih Bagus Murahnya Fantastis adalah semacam penjualan barang bekas yang masih bagus, yang dalam kegiatan ini berasal dari jajaran Telkom Group sendiri. Uang dari penjualan BOMBASTIS digunakan untuk pengadaan bibit pohon mangrove yang akan ditanam di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.

"Kami juga targetkan bisa untuk pengadaan 1.000 bibit mangrove," harap Manager Youth and Community Telkomsel Regional Kalimantan Simon Sidabutar.

Broto Suseno juga menjelaskan Telkom Group Peduli merupakan program rutin yang telah diniatkan perseroan sebagai kepedulian terhadap lingkungan hidup, kemanusiaan, dan sosial.

"Kami juga berharap melalui kegiatan ini secara tidak langsung dapat mendorong lingkungan hidup yang sehat, pertumbuhan ekonomi, dan terciptanya pemerataan pembangunan," demikian Broto Suseno.


Editor : Dian Sukmawati

TELKOM SISIHKAN DANA UNTUK KEGIATAN SOSIAL
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »