Umroh Januari

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. paket umroh desember 2018

 

Salah satu impian ke tanah suci selain umrah dan naik haji adalah berkunjung ke makam Nabi Muhammad Saw yang terletak di bagian depan sisi kiri masjid Nabawi, bersebelahan dengan Raudhah.

Ucapkan salam dengan lembut dan santun karena beliau Nabi Muhammad SAW mendengar dan bahkan menjawab salam kita.

السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Dalam berbagai hadits riwayat Imam Bukhori, Abu Hurairah dll, banyak disebut bahwa mayit bisa mendengar dan menjawab salam yang menziyarahinya.

Bahkan Rasulullah seakan berdialog dengan para jenazah tokoh-tokoh kafir Quraisy dalam perang Badar,
“Wahai Abu Jahal Bin Hisyam,wahai Umayah Bin Khalaf,wahai Utbah Bin Rabi’ah,wahai Syaibah Bin Rabi’ah,apakah kalian telah mendapati bahwa janji Allah itu benar? Aku mendapati bahwa janji Rabb-ku kepadaku itu benar.”

Ya Rasulullah, salam cinta dari kami umatmu dari Indonesia, yang hidup terpisah ribuan tahun darimu, yg hidup ribuan kilometer dari tanahmu. Kami ingat bibirmu berbisik lirih, “Ummati.. ummati..” , bahkan hingga detik terakhir ajalmu masih mengingat dan memikirkan kami, umatmu.

Kami sadar, mencintamu bukan sekedar mengucap dan mengingatmu. Mencintamu adalah dengan mengikuti teladanmu dalam hidup kami, teladanmu dalam beribadah kpd Allah, teladan akhlakmu yg amat mulia, teladan baktimu kepada umat manusia.

Semoga kami dapat istiqomah dan husnul khatimah, diwafatkan dalam keadaan taqwa dan penuh bekal, dan semoga Allah berkenan mentaqdirkan kita berjumpa kelak di syurgaNya..

“Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya…”

QS. An-Nisaa (4) : 69-70

Sumber : http://www.gemashafamarwa.com

Baca Artikel Lainnya : UMRAH PLUS WISATA MUSLIM

 

MENGUNJUNGI MAKAN RASULULLAH

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »