MAU UMROH BERSAMA TRAVEL TERBAIK DI INDONESIA ALHIJAZ INDO WISTA..?

YOOK LANGSUNG WHATSAPP AJA KLIK DISINI 811-1341-212
 

UMROH JULI

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. paket haji umroh Pondok Gede

saco-indonesia.com, Polisi akhirnya telah berhasil untuk mengungkap pelaku pembunuhan wanita dalam mobil Nissan March putih F 1356 KA. Satu dari dua pelaku, telah diamankan oleh jajaran Polres Jakarta Timur.

Berdasarkan informasi yang telah berhasil dihimpun, salah satu pelaku berhasil ditangkap, Sabtu (1/2) malam. Petugas tengah menggiring pelaku atas nama Daniel ke Pasar Kecapi, Pondok Gede, untuk dapat menggambil barang bukti motor yang digunakannya.

Daniel sendiri bukanlah pelaku utama atas tewasnya Feby Lorita. Ia hanya bertugas untuk membantu pelaku utama Ed, yang saat ini masih dalam proses pengejaran di Medan. Daniel sendiri juga merupakan seorang angkot yang terbujuk rayu Ed.

Kabar ditangkapnya Daniel sendiri, juga telah dibenarkan oleh Kapolres Jakarta Timur, Kombes Mulyadi Kaharni. Namun, ia belum dapat memberikan keterangan detil atas penangkapan yang dilakukan petugasnya. Melalui pesan singkatnya, Mulyadi hanya menulis. “Iya, sudah tahu kan,” tulisnya.

TIDAK HAMIL

Sementara itu, berdasarkan hasil otopsi yang telah dilakukan petugas, Feby sendiri tidak dalam kondisi hamil. Hanya saja, luka akibat benda tajam terlihat di leher korban. “Dari hasil otopsi korban sendiri tidak hamil,” kata Kasat Reskrim AKBP Didik Sugiarto.

Didik sendiri mengaku, jasad yang ditemukan di bagasi mobil disamping TPU Pondok Kelapa, Duren Sawit, benar Feby Lorita. Hal itu telah teruji dari hasil sidik jari korban yang dibandingkan dengan ijazah SMU miliknya. “Hasilnya identik 100 persen, korban adalah benar Feby Lorita,” tuturnya


Editor : Dian Sukmawati

PELAKU UTAMA PEMBUNUH FEBY LORITA DIBURU KE MEDAN

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »