ITINERARY PEJALANAN UMROH PLUS CITYTOUR DUBAI 10 HARI

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. paket haji plus Parung

saco-indonesia.com, Demi untuk dapat menyelamatkan nyawa ibunya, L yang berusia 16 tahun , pelajar SMA di Lampung Tengah, terpaksa harus membunuh pamannya Andi Markus yang berusia 37 tahun , warga Kampung Indera Subing Lampung Tengah, yang saat itu telah mengamuk mengacungkan pisau ke dada ibunya, pada Selasa (4/02) sekitar pukul 23.45 WIB.

Usai membunuh pamannya L yang ditemani ibunya RM yang berusia 47 tahun , langsung menyerahkan diri ke kantor Polisi Sektor Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Dihadapan penyidik L juga mengaku malam itu terkejut dengan kedatangan pamannya yang secara tiba-tiba mengamuk tidak tahu pangkal masalahnya apa. Semula L telah mengira pamannya hanya mengamuk omongan saja tapi saat mendengar ibunya menjerit minta tolong L langsung menuju ke ibunya.

Rupanya sang ibu ketakutan karena pamannya telah mengacungkan pisau mau menancapkan ke dada ibunya. Melihat itu dengan cepat L merampas pisau tersebut lalu menusuk dada pamannya hingga tewas karena mengenai jantung.Hal itu ia sampaikan Leo ketika menyerahkan diri ke kantor polisi sektor Terbanggi Besar, pada Rabu (5/2) kemarin pagi.

Sang ibu juga mengakui bahwa Andi Markus adalah adik kandungnya yang sakit jiwa sejak orang tua mereka pergi. Tempat tinggal mereka berdampingan dan setiap hari RM memasak untuk adiknya.

Entah kenapa malam-malam Andi datang ke rumah lalu ribut mulut. “Tanpa saya duga Andi menyelipkan pisau di pinggangnya dan mau menusuk saya. Saking takutnya saya berteriak minta tolong dan anak saya dengan cepat merebut pisau itu lalu balik menancapkan pisau itu ke jantung Andi, anak saya mau menyelamatkan nyawa saya maka nekat membunuh pamannya yang sedang ngamuk,” ujar Ria sambil berurai air mata.

Kapolsek Terbanggi Besar, Kompol. I Made Bayu Sutha telah membenarkan laporan tersebut dan mengancam pelaku yang masih di bawah umur dengan ancaman pasal 351 tentang pembunuhan hukuman penjara selama 15 tahun


Editor : Dian Sukmawati

PELAJAR SMA BUNUH PAMAN

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »