ITINERARY PERJALANAN UMROH REGULER 10 hari

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. jadwal umroh desember di Bekasi Utara

saco-indonesia.com, Album Kikan Namara usai lepas dari Cokelat tak kunjung rampung. Hal itu dikarenakan ia telah ada proyek penggarapan lagu untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bertajuk Serukan Keadilan dalam menyambut peringatan hari anti korupsi.

"Aku juga masih kerjakan album yang tidak selesai. Sempat kepotong project lagu untuk KPK dalam rangka untuk menyambut hari raya anti korupsi. Judulnya Serukan Keadilan," katanya di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Menurut Kikan penggarapan lagu itu telah memiliki tujuan yang jelas, untuk dapat membangkitkan semangat masyarakat yang pesimis dengan kasus korupsi di tanah air. Kikan optimis suatu saat nanti Indonesia akan terbebas dari tindak korupsi.

"Tujuannya jelas, bisa dapat membangkitkan semangat orang yang pesimis sama korupsi bangsa. Bagaimana caranya kita yang muda bisa meyakinkan gelap ini nggak selamanya, terang nanti pasti ada," paparnya.

Dilanjutkan, target dari lagu Serukan Keadilan untuk bisa menanamkan integritas kepada siswa SMP dan SMA. "Aku berharap ada kesinambungan sama program-program lainnya," harapnya.


Editor : Dian Sukmawati

KIKAN NAMARA GARAP LAGU ANTI KORUPSI UNTUK KPK
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »