MAU UMROH BERSAMA TRAVEL TERBAIK DI INDONESIA ALHIJAZ INDO WISATA..?

YOOK LANGSUNG WHATSAPP AJA KLIK DISINI 811-1341-212
 

ITINERARY PEJALANAN UMROH PLUS CITYTOUR DUBAI 10 HARI

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. jadwal umroh akhir ramadhan Cinere

saco-indonesia.com, Empat kali beraksi, kawanan perampok truk telah dibekuk oleh aparat Jatanras Polda Metro Jaya. Dalam aksinya komplotan bandit yang beranggotakan empat orang ini kerap menyasar truk yang bermuatan barang dengan modus berpura-pura menumpang.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan juga menyebutkan keempat pelaku yang dibekuk masing-masing, Erwandi alias Andi, 29, Iwan Setiawan alias Iwan, 23, Kusnadi alias Engkus, 21, dan Juli Erwan, 20. Aksi terakhir kawanan garong ini telah dilakukan terhadap truk kontainer yang bermutan sabun dan sampo pada 26 September 2013 lalu.

“Mereka naik truk dari Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulogadung dengan berpura-pura menumpang,” kata Herry. Kemudian sebelum truk masuk ke jalan tol, mereka mulai beraksi. Satu pelaku yang telah membawa senjata tajam  berupa clurit, menodong sopir dan kernet. Sementara pelaku lain mengikat dan melakban awak truk. “Kemudian, kemudi diambil alih oleh pelaku “Korban kemudian dibuang di pinggir tol, sementara para pelaku telah membawa truk tersebut,” kata Herry.

Truk yang bermuatan perlengkapan mandi itu kemudian telah diarahkan oleh para pelaku ke daerah Pondok Gede, Bekasi untuk dapat dijual muatannya. “Para pelaku kita bekuk pada 15 Desember lalu setelah korban melaporkan kejadian itu,”. Dalam pemeriksaan kawanan bandit ini juga mengaku sudah  4 kali beraksi. “Tersangka Juli pernah ditahan di LP Paledang karena kasus penodongan dengan senjata tajam, kemudian pembunuhan, curas dan kepemilikan senjata tajam,” tutur Herry.


Editor : Dian Sukmawati

KAWANAN PERAMPOK TRUK DITANGKAP OLEH POLISI
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »