ITINERARY PEJALANAN UMROH PLUS CITYTOUR DUBAI 10 HARI

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. harga umroh desember di Bekasi Utara

saco-indonesia.com, Seorang ibu rumahtangga menangis saat mendatangi Polresta Bekasi Kota, Sabtu (28/12) pagi. Tasnya baru saja telah dicuri dari dalam mobilnya dengan modus berteriak kalau ban mobil korban ada percikan api. Padahal itu hanya siasat penjahat saja.

Tas yang berisi buku tabungan, KTP, berberapa kartu ATM serta uang Rp 1 juta amblas. Rosdiani yang berusia 40 tahun , telah diantar keluarganya untuk melapor ke Polresta Bekasi Kota.

Menurut korban kepada petugas sekitar pukul 09.00 ia yang menggunakan minibis bertujuan untuk ke bank BCA Jalan Ir Juanda untuk dapat mengambil uang buat biaya kuliah anak. Dari rumahnya di Kemang ibu rumah tangga ini melajukan kendaraan. Namun sesampai di Jalan Hasibuan, Bekasi Selatan, pengendara motor telah memberitahu kalau ban mobil korban keluar percikan api.

Takut terjadi hal yang tak diinginkan, wanita bertubuh agak gemuk itu turun keluar dari mobil mengecek kebenaran itu. Tapi ketika melihat ke bawah mobil, seseorang telah mengambil tas yang ditaruh di jok samping kemudi mobil lalu naik ke boncengan motor temannya lalu tancap gas.

Massa yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa terperangah. “Disini sering kejadian seperti itu Bu,” papar seorang warga.

Ny Rosdiani kemudian minta bantuan saudaranya untuk melapor ke Mapolresta Bekasi Kota. Petugas Polresta Bekasi Kota telah memberikan surat keterangan kehilangan barang pada korban


Editor : Dian Sukmawati

DUA PENJAHAT TELAH PERDAYAI WANITA PENGENDARA MOBIL
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »