ITINERARY | PERJALANAN UMROH REGULER TAIF 13 HARI

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. daftar haji plus Tangerang

saco-indonesia.com, Grebek rumah di Bogor, Densus 88 telah menyita bahan kimia dan airsoftgun

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri telah menyita bahan kimia, airsoft gun dan senjata tajam dari rumah milik terduga teroris, Sadullah Rojak yang berusia (40) tahun. Penggerebekan telah berlangsung di Perumahan Alamanda Mega Sentul, Rt 002/Rw 08, Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dilansir Antara, Kamis (2/1), Densus 88 telah langsung memasuki rumah yang telah dihuni istri pertama dan kedua Rojak. Di dalamnya, mereka telah menemukan sejumlah benda berbahaya yang telah disimpan Rojak.

Dari hasil penggeledahan, polisi telah menemukan senjata jenis airsoft gun, satu senjata sejenis pulpen, setengah karung pupuk urea, dan satu galon berisi bahan berbentuk serbuk.

Pupuk urea, sebagaimana deterjen bubuk, bisa menjadi salah satu bahan penting bom rakitan berdaya ledak rendah.

Seperti yang diketahui Densus 88 telah melakukan penggerebakan di Rumah Rojak sejak pukul 18.00 WIB. Pada pukul 20.50 WIB, polisi telah membawa Rojak berikut barang bukti ke Markas Besar Kepolisian Indonesia, di bilangan Blok M, Jakarta Selatan.

Selain Rojak, tiga saksi juga telah diamankan oleh polisi. Salah satunya yang juga merupakan keponakan Rojak.

Belum dapat diketahui penggerebekan tersebut terkait dengan penggerebekan yang telah terjadi di Kampung Sawah, Ciputat Tanggerang Selatan pada malam pergantian tahun, Selasa (31/12), atau bukan. Hingga kini, belum ada pernyataan yang resmi baik dari pejabat Polres Bogor maupun Densus 88 terkait operasi tersebut.

Dalam penggerebekan sebelumnya yang terjadi di Ciputat dan Rempoa, anggota Densus 88 telah terlibat baku tembak dengan sejumlah terduga teroris yang bersembunyi di dalam rumah kontrakan. Keenam terduga teroris tewas diterjang peluru petugas karena telah melakukan perlawanan.


Editor : Dian Sukmawati

DENSUS 88 SITA BAHAN KIMIA DAN AIRSOFTGUN

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »