ITINERARY PERJALANAN UMROH PLUS CITYTOUR DUBAI 9 hari

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. biro umroh di Cilodong

saco-indonesia.com, Guna untuk mempersiapkan pengamanan gelaran Pemilu 2014, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan melaksanakan pelatihan pengamanan yang telah bekerjasama dengan sejumlah aparat kepolisian. Atas rencana tersebut, maka besok akan dilakukan penutupan di sekitaran Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada hari Jumat 7 Februari 2014.

"Latihan Pengamanan Bawaslu dan Sispam Kota Pemilihan Umum 2014 di tingkat Polda Metro Jaya pada hari Jumat, 7 Februari 2014 di sekitaran gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan M.H. Thamrin No.14.Jakarta, maka besok akan dilakukan penutupan arus lalu lintas sementara di sekitaran Bundaran HI sampai depan Kedutaan Besar Jepang," tulis petugas TMC Polda Metro Jaya dalam akun facebook resminya, Kamis (6/2/2014).

Pelaksanaan pelatihan tersebut akan dimulai sejak pukul pukul 07.00 WIB sampai 13.00 siang WIB. "Untuk dapat mendukung kelancaran kegiatan pelatihan pengamanan dan menghindari kepadatan lalu lintas, maka bagi pengguna jalan yang akan melintasi jalan Jend. Sudirman-Jalan M.H. Thamrin disarankan untuk berangkat lebih awal atau sebelum pukul 07.00 WIB, atau setelah sholat Jumat," tulis petugas TMC.

Diimbau bagi pengguna jalan agar tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada dan mengikuti petunjuk petugas polisi yang berada di lapangan.

"Pengalihan lalu lintas di ruas jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin akan dilakukan situasional atau sesuasi kondisi peningkatan volume kendaraan. Selain akan dilakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga akan memasang sarana dan prasarana seperti rambu-rambu dan kelengkapan petunjuk di ruas jalan tersebut sebelum acara dimulai," tulis petugas.


Editor : Dian Sukmawati

BESOK JALAN SUDIRMAN-THAMRIN DITUTUP HINGGA PUKUL 13.00 WIB
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »