ITINERARY PERJALANAN UMROH PLUS CITYTOUR DUBAI 9 hari

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. biro umroh Limo

JAKARTA, Saco-Indonesia.com — Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang mengikuti proses hukum yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait proyek pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan (Tangsel) pada 2010-2012. Airin enggan berkomentar lebih jauh seputar penyelidikan yang dilakukan KPK di wilayahnya tersebut.

"Kami mengikuti proses hukum dan hormati proses hukum. Kalau mau tanya, silakan tanya kepada KPK," kata Airin singkat di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/10/2013) ketika akan menjenguk suaminya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Wawan ditahan di Rumah Tahanan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap kepengurusan sengketa Pilkada Lebak. Pada Selasa (22/10/2013), penyelidik KPK mendatangi Kompleks Kantor Wali Kota Tangsel di Setu dan dinas kesehatan di Witana Harja, Pamulang. Kedatangan penyelidik KPK bertujuan meminta keterangan dan bahan dari sejumlah pihak. KPK menelusuri proyek-proyek di Tangsel yang melibatkan Wawan.

Sejumlah dokumen yang diperlukan untuk kepentingan penyelidikan KPK telah dibawa dari Tangsel. Dokumen-dokumen itu akan dicocokkan dengan temuan KPK ketika menggeledah rumah dan kantor Wawan.

Juru Bicara KPK Johan Budi beberapa waktu lalu mengatakan bahwa proyek alat kesehatan yang diselidiki KPK bukan hanya satu. Namun, Johan belum dapat merinci proyek tersebut, ataupun nilai proyeknya. Dia mengatakan, KPK melakukan penyelidikan proyek di Tangsel ini setelah menerima laporan dari masyarakat. Sejak Wawan ditangkap pada 2 Oktober 2013, KPK menerima sejumlah laporan pengaduan masyarakat.

"Ada beberapa laporan yang masuk ke pengaduan masyarakat, di antaranya berkaitan dengan pilkada dan hal-hal lain," katanya.

 
Sumber:Kompas.com
Editor : Maulana Lee
AIRIN SIAP IKUTI PROSES HUKUM, KPK AKAN SELIDIKI TANGSEL

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »