ITINERARY PERJALANAN UMROH PLUS ISTANBUL+BURSA 13 hari

agen penyelenggara umrah dengan haji alhijaz indowisata tour & travel kota jakarta timur dki jakarta 08111-34-1212 adalah biro perjalanan  yg hendak mendukung Anda mengurus seluruh keperluan utk menunaikan ibadah  umrah bersama haji khusus. alhijaz indowisata tour & travel bakal memberikan kemudahan bagi Anda yang ingin menunaikan ibadah  tak harus mengeluarkan begitu beberapa tenaga dan tarif untuk mengurus semua keperluan umrah, sebab ada banyak berkas yang mesti Anda  punyai sebelum dapat meregistrasi keberangkatan umroh seperti paspor, visa,  buku bukti suntik meningitis,  buku informasi dalam dengan lain-lain.

agen pelaksana umrah dengan haji pt. alhijaz indowisata jakarta timur pula bisa memberikan jasa haji  onh plus & layanan paket umroh reguler,  ramadhon dengan umroh plus, umroh Januari,  umrah Februari, umroh Mrt,  umrah Apryl. umroh Mey, umroh Juny, umroh July,  umrah August,  umrah Agustus,  umrah Sept,umroh Okt,  umrah November, umroh Dec  2022 2023 2024 2025 2026 2027  pengelola umroh bakal menolong kepengurusan  arsip, tiket berangkat serta pulang, booking  penginapan menjadi tempat menginap Saat mengerjakan ibadah  umrah, land arrangement, transport bis  Dikala di Medina serta Mekah, handling  kelengkapan jamaah,  bimbingan & lain-lain. Dengan adanya bantuan  agen penyelenggara umrah kita, Anda  bisa fokus  dengan khusyuk oleh aktivitas ibadah umroh di Tanah Suci tanpa harus repot mengurus seluruhnya sendiri. kami senantiasa bakal memperluas area bisnis  kita sampai ke luar daerah jakarta menjangkau kami dapat meraih para  jamaah kami sampai ke  semua daerah Indonesia. Dan lanjut ke website kami www.alhijazindowisata.net

biaya umroh oktober 2024

Saco-Indonesia.com — Polisi mulai memeriksa saksi-saksi terkait kasus pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto (19). Saksi-saksi itu di antaranya adalah orang-orang yang dimintai tolong oleh pelaku AIH (19) saat mobil yang dipakai untuk membawa mayat Ade Sara mogok hingga tiga kali.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, saat berputar-putar hendak membuang mayat korban, mobil yang ditumpangi pelaku AIH dan satu pelaku lagi, AR (18), mogok tiga kali. Saat mogok ini, AIH meminjam jumper aki ke sejumlah orang untuk menghidupkan kembali mobil KIA Visto.

Namun, mobil itu mogok lagi hingga tiga kali. AIH kemudian memanggil temannya untuk meminjam aki. Teman AIH datang ke lokasi. ”Saat itu, temannya sempat melihat ada orang di dalam mobil AIH. Ia bertanya, siapa itu? Dijawab AIH, itu mayat,” kata Rikwanto.

Mendapat jawaban itu, teman AI diam sebelum kemudian pergi. Setelah mesin mobil hidup kembali, pelaku pergi dengan membawa mayat korban.

Rikwanto menambahkan, polisi belum menjadwalkan pemeriksaan psikologi AIH dan AR. Keduanya masih menjawab pertanyaan penyidik dengan normal. Namun, jika dibutuhkan, polisi akan menghadirkan psikolog untuk memeriksa kondisi kejiwaan kedua pelaku.

Meminta maaf

Keluarga Ade Sara Angelina Suroto (19) tidak hanya memaafkan tindakan pelaku yang membunuh Sara. Keluarga, melalui paman Sara, Yohanes Sutarto, juga meminta maaf jika ada tindakan dan perkataan Sara yang telah melukai kedua pelaku sehingga terjadi peristiwa pembunuhan itu.

”Kami pun tak habis pikir kenapa terjadi penganiayaan itu. Apa mungkin Sara telah melukai perasaan mereka (kedua pelaku). Kalau demikian, kami pun minta maaf,” kata Yohanes.

Namun, hingga saat ini, menurut Yohanes, keluarga kedua pelaku belum ada yang meminta maaf kepada keluarga Sara. ”Ya, kami juga memahami keluarga mereka (kedua pelaku) dan keluarga kami juga tak saling kenal, melainkan anak-anaknya yang kenal,” kata Yohanes.

Tak dimungkiri Yohanes, meskipun cukup tegar, orangtua Sara sesungguhnya juga terguncang, terutama ayah Sara, Suroto, yang kerap termenung pada malam hari. ”Ibunda Sara, Elizabeth, memang kelihatan jauh lebih tegar. Mudah-mudahan selanjutnya demikian,” kata Yohanes.

Sensitivitas terkikis

Psikolog anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengatakan, ada kemungkinan kedua pelaku, AIH dan AR, telah kehilangan sensitivitas dan empati.

”Mungkin, entah bagaimana, sensitivitas ataupun empati keduanya terkikis. Padahal, itu yang membatasi orang untuk tidak menyakiti orang lain,” kata Vera.

Namun, menurut Vera, seseorang tidak bisa menjadi sesadis itu dalam waktu singkat. Ia yakin ada beberapa faktor yang berkontribusi memunculkan kesadisan itu. Hal ini bukan berarti membela atau mencari pembenaran dalam tindakan kedua pelaku. Namun, faktor-faktor pemicu kesadisan sebisa mungkin harus diungkap untuk menemukan akar masalahnya.

Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, berpendapat, kecil kemungkinan tewasnya Sara sebagai sebuah kesengajaan dan terencana. Dua tersangka, yakni AIH dan AR, diduga kalap sehingga bereaksi secara berlebihan. Efek ini timbul karena pelaku tidak profesional.

”Reaksi berlebihan dari kedua tersangka terjadi saat korban berteriak dan bertindak di luar antisipasi sebelumnya. Cara tersangka menghentikannya kebablasan,” kata Reza. (MKN/NEL/MDN/RAY)

 

Sumber : Kompas.com

Editor : Maulana Lee

Keluarga Ade Sara Meminta Maaf kepada Pelaku

Since a white police officer, Darren Wilson fatally shot unarmed black teenager, Michael Brown, in a confrontation last August in Ferguson, Mo., there have been many other cases in which the police have shot and killed suspects, some of them unarmed. Mr. Brown's death set off protests throughout the country, pushing law enforcement into the spotlight and sparking a public debate on police tactics. Here is a selection of police shootings that have been reported by news organizations since Mr. Brown's death. In some cases, investigations are continuing.

Photo
 
 
The apartment complex northeast of Atlanta where Anthony Hill, 27, was fatally shot by a DeKalb County police officer. Credit Ben Gray/Atlanta Journal Constitution

Chamblee, Ga.
Fatal Police Shootings: Accounts Since Ferguson

Artikel lainnya »