ITINERARY PERJALANAN UMROH REGULER 10HARI JUMATAIN

agen pelaksana umrah bersama haji alhijaz indowisata tours & travel 08111-34-1212 adalah biro perjalanan yang bakal menolong Anda  menyelesaikan semua kebutuhan utk mengerjakan ibadah  umrah dan haji  plus. alhijaz indowisata tours & travel pt indonesia akan mempersiapkan fasilitas bagi Anda yang menginginkan menunaikan ibadah tanpa mesti mengeluarkan terlalu banyak energi dan ongkos utk menyelesaikan segala keperluan umrah,  karena terdapat beberapa surat yang mesti Anda  punyai ketika bisa mendaftar kepergian umroh contohnya paspor, visa,  buku informasi suntik meningitis,  buku penjelasan dalam bersama lainnya.

biro pelaksana umroh dan haji travel alhijaz indowisata juga dapat menyiapkan layanan haji  plus & jasa paket umroh reguler, ramadhan serta umrah plus, umroh January, umroh Feb,  umrah Mar,  umrah April.  umrah Mei, umroh Juny, umroh Juli,  umrah August, umroh Agustus, umroh Sept,umroh Oktober,  umrah Nov, umroh Desember  2018 2019 2020 2021 2022 2023  pengurus umrah hendak membantu kepengurusan  berkas, tiket  pergi dan pulang, booking  tempat menginap sebagai tempat menginap  Dikala menjalankan ibadah umroh, land arrangement, transport bis  Dikala pada Medina dengan Mekkah, handling  perlengkapan jamaah,  bimbingan dengan lain-lain. Dengan adanya bantuan  agen pengurus umrah kita, Anda  bisa fokus  beserta khusyuk  dari kegiatan ibadah umroh pada Tanah Suci tanpa  mesti repot mengurus semuanya sendiri.  kita selamanya akan melebarkan sekitar bisnis  kita hingga ke luar daerah jakarta  meraih kita dapat meraih para konsumen kita hingga ke segala kota Indonesia. Dan lanjut ke website kami www.alhijazindowisata.net

biaya umroh bulan oktober 2021

BANDUNG, KOMPAS.com — AL (17), salah satu korban pelecehan yang dilakukan AD, Kepala Sekolah SMK 4 Bandung, mengaku diiming-imingi pelunasan tunggakan iuran sekolah (SPP) jika mau melayani nafsu AD.

AL menuturkan, saat pelecehan tersebut berlangsung, dia sedang berada di ruangan AD. " Waktu itu dipanggil sama Bapak ke ruangannya. Dia nanya SPP sudah lunas atau belum. Saya bilang belum. Kalau belum lunas, nanti dilunasin semuanya," kata AL menirukan ucapan sang kepala sekolah di ruang Wakil Wali Kota Bandung, Senin (3/6/2013).

AL pun terkejut ketika sang kepala sekolah mengajukan persyaratan jika uang sekolahnya mau dilunasi. AD meminta AL untuk melayani nafsunya di ruangan tersebut. "Saya menolak tawaran Bapak untuk melunasi. Tapi dia terus maksa saya," ujar AL.

Masih terus memaksa, AL mengaku lebih terkejut lagi, ketika mendapati celana sang kepala sekolah sudah merosot. Berada di bawah ancaman AD, AL mengaku takut untuk berteriak meski rasa takutnya sudah memuncak.

"Dia sudah buka celana. Saya makin takut. Akhirnya saya cari kesempatan dan bilang mau ke toilet. Sebenernya dari awal udah ingin berontak tapi takut. Alhamdulillah tidak sampai kejadian," ujarnya.

Lebih lanjut AL mengatakan, ancaman yang diberikan oleh AD memang bukan ancaman penganiayaan atau pembunuhan. Sang kepala sekolah hanya mengancam akan mengeluarkan murid kelas 3 audio video itu dari sekolah, jika berani mengungkap kasus ini kepada orang lain.

"Namanya juga murid, pasti takut sekali kalau di DO, sama takut dibilang bohong juga. Tapi akhirnya saya berani bilang ke sahabat saya saja," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak lima orang siswi SMK 4 Kota Bandung yang diduga telah dilecehkan oleh kepala sekolahnya, mengadu ke Pemerintah Kota Bandung.

Kelima orang sisiwi yang telah membuat pernyataan secara tertulis itu adalah AL (17), M (16), CD (17), NS (16) dan NN (17).

Mereka mengaku mendapat perlakuan tidak sononoh dari AD. "Kita kemari ingin melaporkan kejadian pelecehan ini kepada Wali Kota Bandung. Ini telah mencoreng nama Kota Bandung sebagai kota agamis dan mencoreng dunia pendidikan. seharusnya kepala sekolah menjadi seorang teladan bagi muridnya," ucap Wakil Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sunatra saat mendampingi orangtua dan siswi korban pelecehan di Kantor Wakil Wali Kota.

 
Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com
Kepsek Janjikan
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »