ITINERARY | PERJALANAN UMROH REGULER TAIF 13 HARI

biro pengatur umroh serta haji pt. alhijaz indowisata jakarta timur 08111-34-1212 yaitu biro perjalanan yang hendak membantu Anda mengurus semua kebutuhan utk mengerjakan ibadah umroh bersama haji  onh plus. travel umroh alhijaz indowisata daerah khusus ibukota jakarta bakal memberikan fasilitas bagi Anda yang menginginkan melaksanakan ibadah  tak harus mengeluarkan terlalu banyak semangat dan harga bakal menyelesaikan segala kebutuhan umrah,  lantaran tersedia beberapa berkas yg mesti Anda  punyai sebelum dapat mendaftar keberangkatan umroh seperti paspor, visa, surat penjelasan suntik meningitis, surat bukti di beserta lain-lain.

biro penyelenggara umrah & haji travel umroh alhijaz indowisata jakarta timur juga bisa memberikan layanan haji khusus bersama jasa paket  umrah reguler,  ramadon bersama umrah plus,  umroh Januari, umroh Februari, umrah Maret, umroh April. umroh Mei, umroh Juni, umrah Juli, umrah Agustus, umrah September, umrah Oktober, umroh November, umroh Desember 2020 2021 2022 2023 2024 2025  pengurus umroh bakal membantu kepengurusan  arsip, tiket  pergi dengan pulang, booking  penginapan sebagai tempat menginap  Dikala mengerjakan ibadah  umrah, land arrangement, transport bis Saat di Medina beserta Mekah, handling  perlengkapan jamaah,  arahan serta lainnya. Dengan adanya bantuan biro travel umroh kami, Anda  bisa fokus  & khusyuk  pada kegiatan ibadah  umrah di dalam Tanah Suci tanpa harus repot mengurus segalanya sendiri. kami terus-menerus akan melebarkan sekitar bisnis  kita hingga ke luar  kota jakarta  meraih kami dapat meraih para konsumen kita hingga ke segala daerah Indonesia. Dan lanjut ke website kami www.alhijazindowisata.net

biaya umroh bulan november 2022

Saco-Indonesia.com - Rumah merupakan properti yang bisa "dikaryakan" untuk menambah penghasilan. Salah satu caranya adalah dengan menyewakannya. Namun, agar terlindung secara hukum ketika menyewakan rumah, Anda harus membuat perjanjian sewa menyewa rumah dengan memperhatikan beberapa klausul.

Untuk melindungi praktik sewa menyewa rumah, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah no. 44/1994 tentang Penghunian Rumah oleh Bukan Pemilik. Peraturan ini akan memberikan jaminan perlindungan hukum, baik bagi pemilik maupun penyewa/penghuni.

Menurut konsultan hukum properti, Cyntia P. Dewantoro SH, bila Anda berencana menyewakan rumah Anda harus memperhatikan perjanjian hukum antara pemilik rumah dengan penyewa rumah. Di dalam PP No 44/1994 itu disebutkan bahwa penghunian rumah oleh bukan pemilik dengan cara sewa menyewa hanya sah apabila ada persetujuan atau izin pemilik. Persetujuan ini dapat dibuat dalam bentuk perjanjian tertulis.

Ada 3 klausul yang patut diperjanjikan di dalam perjanjian sewa menyewa, yaitu klausul hak dan kewajiban, klausul jangka waktu sewa, dan klausul besarnya harga sewa. Simak berikut ini:

Memperhatikan hak dan kewajibannya

Klausul hak dan kewajiban merupakan klausul yang perlu diperhatikan oleh Anda (pemilik) dan penyewa. Masing-masing pihak harus mengerti dan melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya dan mendapatkan apa yang sudah menjadi haknya.

Sebagai pemilik rumah, Anda memiliki hak menerima uang sewa dari penyewa dan menyerahkan rumah dalam keadaan baik sesuai kondisi yang tercantum di dalam perjanjian. Kondisi rumah yang baik tidak hanya dari segi fisik, melainkan juga non-fisik. Adapun kondisi non-fisik yang dimaksud adalah kondisi rumah secara hukum; rumah yang disewakan harus bersih dari sengketa dan tidak sedang dijaminkan.

Sementara itu, pihak penyewa berkewajiban menggunakan dan menempati rumah tersebut sesuai dengan fungsinya. Selain itu perlu dijelaskan di dalam klausul hak dan kewajiban, terutama soal siapa yang akan membayar tagihan biaya yang timbul selama penyewa menempati rumah tersebut (seperti listrik, telepon, dan air).

Sebagai catatan, bila biaya-biaya tersebut ditanggung oleh penyewa, usahakan Anda meminta uang jaminan kepada penyewa pada saat pembayaran uang sewa pertama kali. Uang jaminan ini digunakan bila ada tunggakan tagihan pemakaian listrik atau telepon, setelah penyewa meninggalkan rumah.

Sebaliknya, bila uang jaminan tidak Anda sertakan dalam kluasul perjanjian, dikhawatirkan pada akhir perjanjian sewa-menyewa rumah, penyewa meninggalkan tunggakan tagihan dalam jumlah besar. Di lain pihak, pembayaran tagihan pajak bumi dan bangunan (PBB), dibebankan kepada pemilik rumah. Penyewa tidak ada kewajiban untuk membayar tagihan PBB.

Menurut Cyntia, pembayaran PBB rumah yang disewakan dikenakan kepada siapapun yang mengambil manfaat atas rumah/tanah yang bersangkutan. Dalam hal ini, Anda sebagai pemilik rumah wajib membayar PBB bila sudah jatuh tempo. (ALF)

Sumber :Kompas.com
http://www.tabloidrumah.com
Editor :Liwon Maulana
Harus Dicatat... "Aturan Main" ketika Anda Menyewakan Rumah!

Artikel lainnya »