MAU UMROH BERSAMA TRAVEL TERBAIK DI INDONESIA ALHIJAZ INDO WISTA..?

YOOK LANGSUNG WHATSAPP AJA KLIK DISINI 811-1341-212
 

umroh februari

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. biaya naik haji plus

saco-indonesia.com, Aksi ayah bunuh anaka telah direkonstruksi di rumahnya Komplek Perumahan Bumi Citra Lestari (BCL) Jalan Arjuna X Blok B III, Desa Waluya, Cikarang Utara, Kamis(6/2) siang. Tersangka Epi Suhendar yang berusia 29 tahun , juga sempat tertegun dan enggan masuk ke rumah. Namun setelah 15 menit kemudian lelaki bertubuh tambun itu masuk ke rumah.

Dijaga ketat petugas, tersangka Epi telah melakukan 45 adegan dengan lancar. Mulai dari aksi keji membunuh anaknya Ikhsan,3, hingga melukai istrinya Ny Cucun, yang berusia 23 tahun . Tiga saksi telah dihadirkan yakni Andi, Haris dan Dede. Sedangkan Ny Cucun, istri korban juga tak bisa hadir lantaran masih trauma.

Warga setempat juga tak menyangka dengan aksi keji yang dilakukan Epi. Sebab selama ini keluarga tersebut selalu baik-baik saja. Warga hanya bisa mengelus dada saat menyaksikan tersangka masuk dan keluar rumah yang menjadi tragedi berdarah itu.

Kanitserse Polsek Cikarang Utara AKP Bobby Kusumawardana juga mengatakan tersangka mengaku tidak sadar melakukan aksi keji itu. Namun kejiwaan tersangka dinyatakan normal.

Diberitakan sebelumnya, Ikhsan yang berusia 3 tahun , telah dibunuh ayah kandungnya yang takut dipecat lantaran tak dapat memenuhi target dalam bekerja di sebuah perusahaan paralon. Tersangka Epi pun kemudian merencanakan pembunuhan pada anak dan istri serta dirinya sndiri. Namun upaya itu gagal. Sang anak meregang nyawa setelah dihujani 18 tusukan, sementara istrinya Ny Cucun sekarat dihujani 10 tusukan. tersangka sendiri gagal saat akan bunuh diri


Editor : Dian Sukmawati

TERSANGKA PEMBUNUH ANAK ITU SEMPAT TAK BERANI MASUK RUMAH

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »