MAU UMROH BERSAMA TRAVEL TERBAIK DI INDONESIA ALHIJAZ INDO WISATA..?

YOOK LANGSUNG WHATSAPP AJA KLIK DISINI 811-1341-212
 

Umroh Akhir Ramadhan Lailatul Qodar Alhijaz Indowisata

Saco-Indonesia.com - Di zaman serba teknologi ini, anak pasti sudah mengenal keberadaan gadget. Oleh karena itu, orangtua perlu menyiapkan strategi dalam penggunaan gadget secara bijak.

Caranya, menurut psikolog keluarga, Roslina Verauli, MPsi, sebagai orangtua Anda harus membatasi konten yang dapat dilihat oleh anak, dan menggunakan program parental control untuk mencegah anak mengakses situs-situs yang belum pantas dilihatnya.

Orangtua juga perlu menghindari komputer berperan sebagai baby-sitter. Artinya, karena Anda tak sempat mendampingi anak selama masa pertumbuhannya, Anda lantas mengandalkan gadget untuk menemani anak. Anda membiarkan anak sibuk dengan gadget-nya supaya tidak merepotkan Anda. Padahal, justru saat anak memegang gadget itulah Anda terutama harus mendampinginya.

"Jika Anda dapat membatasi apa yang dilihat anak, maka ia pun akan mengetahui manfaat positif dari penggunaan komputer. Anda memiliki peran penting di sini dalam mengasah kemampuan anak dengan baik," paparnya, saat media sharing bersama Intel di Bistronomy, Jakarta, Selasa (30/4/2013) lalu.

Gadget seperti smartphone atau komputer tablet juga harus dikembalikan pada fungsi awalnya, yaitu sebagai perangkat komunikasi sekaligus  sebagai  sarana belajar, yaitu untuk mendorong anak belajar tentang dunia sekitarnya. Selalu dampingi saat dia sedang mengeksplorasi tabletnya. Gunakan untuk mencari tahu tentang hal-hal yang menarik buatnya, seperti mengenal binatang, museum, dan lain-lain. Ajak diskusi agar anak lebih kritis.

Jangan lupakan bahwa Anda bertindak sebagai model dari apa yang anak lihat. Perilaku orangtua dalam menggunakan komputer menjadi contoh bagi anak. Yang terutama, Anda harus lebih dulu menguasai gadget tersebut karena anak akan banyak bertanya pada Anda.

"Learn before you teach," tambahnya.

Satu hal lain yang perlu Anda ketahui, sebaiknya tidak meletakkan komputer di area kamar tidur. Dengan demikian, anak tidak terus terpaku pada gadget-nya. Seperti juga kasus pada orang dewasa, gadget bisa mencuri waktu tidur anak. Kalau Anda ingin memberikan sesuatu sebagai pengantar tidur, lebih baik Anda menggunakan buku-buku cerita dan membacakan kisah dongengnya untuk anak.

Sumber  :  KOMPAS.com
Editor :   Maulana Lee
Jangan Gunakan Gadget sebagai "Baby Sitter" Anak

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »