MAU UMROH BERSAMA TRAVEL TERBAIK DI INDONESIA ALHIJAZ INDO WISTA..?

YOOK LANGSUNG WHATSAPP AJA KLIK DISINI 811-1341-212
 

Paket Umroh Plus Turki

saco-indonesia.com, Saat ini, sebagian besar orang, terutama yang tinggal di kota besar, telah memiliki lebih dari satu, bahkan ada yang sampai memiliki lima akun, baik email maupun social media.

Setiap akun tersebut, pasti telah memiliki password. Bahkan handset seperti BlackBerry pun juga butuh password khusus untuk bisa membuka BlackBerry ID-nya. Kebanyakan orang yang takut lupa password accountnya, terkadang menyamakan password untuk semua account, baik e-mail maupun social media, meskipun hal itu tentunya juga sangat tidak aman dan berbahaya.

Mengingat password, apalagi ditambah dengan PIN ATM ataupun Wi-Fi juga merupakan pekerjaan yang sangat sulit. Apalagi kalau perusahaan atau instansi yang mewajibkan karyawannya untuk mengganti password setiap bulan, seperti kantor Ericsson misalnya.

Menurut VP Marketing dan Communication Ericsson Indonesia Hardyana Syintawati, tren konsumer digital ke depan, salah satunya adalah dengan menggunakan tubuh manusia sebagai password.

"Tubuh adalah kunci baru. Tren ini terkait dengan keamanan. Sejauh ini, pengamanan banyak dilakukan dengan kombinasi angka dan huruf untuk dapat menjadi kata kunci. Namun ke depan, bagian tubuh yang akan menjadi pengaman," tuturnya, belum lama ini.

Dia pun juga menilai penyedia aplikasi akan menyediakan fasilitas finger print sebagai password untuk mulai masuk menjelajahi akun email atau social media, atau bisa juga dengan retina mata.

Menurut Hardyana yang akrab dipanggil Nana, password dengan menggunakan anggota tubuh akan jauh lebih aman dan pengguna pun juga tak perlu khawatir lupa kode password atau PIN.


Editor : Dian Sukmawati

PASSWORD BISA MENGGUNAKAN TUBUH MANUSIA

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »