Umroh Januari

saco-indonesia.com, Diakui Deddy, manajer Cherry Belle, pihak manajemen merasa lebih berat ditinggalkan Anisa Rahma ketimbang fans setia. Tak bisa dipungkiri lagi , hengkangnya Anisa juga bisa membuat Cherry Belle ditinggalkan oleh sebagian penggemar setianya.

Tak dipungkiri lagi, Anisa juga memiliki fans fanatik yang akan terus mendukung nantinya. Itupun juga diakui benar oleh Deddy sebagai orang yang telah mengatur kegiatan girlband asuhannya tersebut .

"Kita lebih merasa berat jika Anisa keluar daripada memikirkan ditinggalkan fans. Ada fans yang fanatik dengan Anisa, kita nggak melarang," ungkapnya saat dihubungi wartawan.

Menurutnya semua keputusan tersebut sudah ada ditangan fans untuk dapat mencintai personel yang telah mereka idolakan itu . Deddy juga meminta fans untuk dapat tetap mendukung keputusan Anisa itu.

"Pilihan ada di publik, saran kami untuk fans Anisa, tetap dukung Anisa. Please dukung, jangan melarang Anisa keluar. Kami nggak melarang Anisa," imbuhnya.

Terkait kabar Anisa ingin bersolo karir, dikatakan Deddy bukan lagi menjadi hak manajemen untuk dapat mengaturnya. Manajemen juga tak ingin menutup apa yang diinginkan Anisa dalam menyongsong masa depannya.

"Kami juga nggak mengerti soal itu, setelah ini apa yang dilakukan Anisa sudah bukan hak kami lagi. Kami juga nggak bisa menutup masa depan Anisa. Dia (Anisa) juga harus belajar untuk dapat mencapai jenjang yang lebih tinggi," tandasnya.

Editor : dian sukmawati
Sumber : kapanlagi.com

LEBIH BERAT JIKA ANISA KELUAR

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »