umroh

Seorang bayi baru lahir di China dibuang ke toilet dan menyangkut di saluran pembuangan air. Ajaibnya, bayi laki-laki itu berhasil diselamatkan setelah petugas pemadam kebakaran menggergaji pipa dan mengeluarkan bayi tersebut.

Bayi seberat 2,5 kilogram itu kini dirawat di rumah sakit. Bayi tersebut mengalami memar-memar parah di kepala namun kini dalam kondisi stabil di rumah sakit Pujiang People’s Hospital.

Belum jelas bagaimana bayi tersebut bisa berada di toilet. Namun menurut sumber kepolisian di Jinhua, ibu bayi tersebut mengaku melahirkan bayinya di luar sepengetahuannya saat dirinya sedang berada di toilet. Menurut wanita berumur 22 tahun itu, dirinya tidak tahu kalau saat itu bayinya lahir dan jatuh ke toilet.

"Wanita itu berada di lokasi selama keseluruhan proses penyelamatan... dan mengakui dia adalah ibu sang bayi ketika kami menanyai dia," ujar sumber tersebut kepada Sky News seperti dilansir Telegraph, Rabu (29/5/2013).

"Kami perlu penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui apakah dia punya niat jahat," imbuhnya.

Temuan bayi ini berawal ketika para penghuni apartemen di Jinhua, Provinsi Zhejiang mendengar suara tangisan bayi dari dalam pipa toilet umum yang ada di lantai 4 apartemen. Mereka kemudian memanggil petugas pemadam untuk memeriksa lebih lanjut.

Awalnya petugas berusaha menarik bayi tersebut dari toilet, namun gagal. Lalu petugas terpaksa menggergaji saluran pipa pembuangan yang berdiameter 10 cm tersebut. Nyaris 1 jam dibutuhkan untuk memotong satu per satu saluran pipa dan kemudian membukanya dengan tang. Akhirnya, bayi baru lahir itu pun berhasil dikeluarkan, dengan kondisi plasenta masih menempel.

BAYI YANG BARU LAHIR SELAMAT SETELAH DI BUANG TOILET

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »