UMROH REGULER MURAH BULAN OKTOBER NOVEMBER 2019

saco-indonesia.com, 400 Anggota gabungan TNI, Polri, dan Pemda DKI telah membersihkan gundukan lumpur yang terdapat di bagian samping gedung SMAN 8, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Gundukan lumpur setinggi sekitar 25 sentimeter tersebut telah dimasukkan ke dalam ribuan karung yang telah disiapkan.

Dandim Jakarta Selatan Letkol Infantri Ali Aminudin telah menuturkan lokasi tersebut juga merupakan salah satu daerah yang terparah terendam banjir di wilayah Tebet, Jakarta Selatan.

"Sudah 1.500 karung yang telah diangkut. Karya bakti bersama ini telah dilakukan di Jakarta Selatan terutama di sektor 1 yakni wilayah Tebet dan nanti di sektor 2 wilayah Pancoran," ujar Ali saat ditemui di lokasi, Senin (27/1).

Ali juga menambahkan, sejumlah alat berat pun juga dikerahkan guna untuk mengeruk lumpur yang menumpuk di kawasan itu. Lima unit mobil pemadam kebakaran digunakan untuk dapat membersihkan sisa lumpur.

"Setiap anggota menggunakan sekop untuk dapat memasukkan lumpur ke dalam karung, kemudian lumpur juga dikeruk dengan 2 unit loader dan diangkut oleh 3 unit truk. Dari pemadam kebakaran ada 5 unit," jelasnya.

Saat ini, masih ada ratusan karung yang menunggu untuk diangkut. Setelah mengangkut tumpukan lumpur, sisa lumpur dibersihkan dengan cara disiram dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran.

"Sekarang tinggal finishing yaitu pembersihan dengan air. Tapi itu masih ada lumpur yang masih diangkut," ujar Ali seraya menunjuk tumpukan lumpur yang ada di dalam selokan air.


Editor : Dian Sukmawati

400 ANGGOTA TNI POLRI BERSIHKAN GUNDUKAN LUMPUR

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »