Umroh November

saco-indonesia.com, Mobil Nissan March yang bernomor polisi F 1356 KA warna putih yang berisi mayat perempuan, merupakan mobil yang telah dikelurkan dari Samsat Polres Bogor.

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP M Chaniago telah membenarkan, jika mobil Nissan yang telah berisi mayat wanita yang terparkir di samping TPU Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (28/1), juga merupakan mobil yang telah dikeluarkan pihaknya.

Sayang AKP Chaniago menolak untuk memberi rinci siapa pemilik mobil tersebut.”Untuk nama pemilik mobil, saya juga tidak bisa memberitahu. Ini telah menyangkut penyelidikan,”kata Chaniago.

Namun dari data di lapangan, pemilik mobil berisi mayat ini beralamat di kawasan elit Kota Wisata Gunung Putri Bogor.

“Pemilik mobil Nissan berstiker logo Paspampres ini, berinisial J, seorang pengusaha sukses. Apakah mobil itu juga masih punya dia atau sudah dijual ke orang lain, saya juga tidak tahu,”kata sumber di Polres Bogor.

Saat ditanya apakah mayat wanita dalam mobil adalah korban pembunuhan, sumber yang enggan namanya disebutkan ini juga mengaku, penyelidikan oleh tim Polda Metro masih berjalan.

“Kami juga tidak hafal kasus ini secara utuh, karena TKP nya di Jakarta. Yang bisa dipastikan, mobil ini telah dikeluarkan di Kabupaten Bogor. Tim sedang bergerak kelokasi,”paparnya.


Editor : Dian Sukmawati

MOBIL BERISI MAYAT WANITA ATAS NAMA PENGUSAHA

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »