MAU UMROH BERSAMA TRAVEL TERBAIK DI INDONESIA ALHIJAZ INDO WISTA..?

YOOK LANGSUNG WHATSAPP AJA KLIK DISINI 811-1341-212
 

ITINERARY PERJALANAN UMROH REGULER 9 Hari


Profil

Risalah adalah tugas yang dipikulkan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi was salam untuk menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada umat muslim, selain itu Risalah yang dibawa Nabi Muhammad shalallahu alaihi was salam juga memiliki keistimewaan dari segi peruntukan. Jika, nabi-nabi sebelumnya membawa risalah khusus untuk ummat tertentu, maka risalah kenabian Muhammad shalallahu alaihi was salam diperuntukkan bagi seluruh ummat hingga hari kiamat. Allah subhanahu wa ta’ala telah mengamanahkan beban risalah ini hanya kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi was salam. Dan diantara risalah yang Allah turunkan adalah rukun-rukun Iman dan Islam, termasuk didalamnya adalah menunaikan ibadah Haji dan Umroh.

Penertian Haji Dan Umroh

Pengertian Umroh bahasa artinya berkunjung, sedangkan secara istilah adalah berkunjung ke ka’bah dengan melaksanakan ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan umrah dalam rangka mendekatkan diri pada Allah.

Umrah disebut juga haji kecil, karena beberapa ketentuannya hampir sama dengan haji misalnya tentang syarat-syarat, rukun, atau larangan-larangannya. Apalagi perintah umrah disejajarkan dengan perintah haji. Allah berfirman :

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah (Al-Baqoroh:196).

tetapi pelaksanaan umrah lebih sederhana dibandingkan dengan pelaksanaan haji. Umrah dapat dilaksanan sewaktu-waktu sepanjang tahun, baik di dalam bulan haji atau sebelum maupun sesudahnya.

       Bisa melaksanakan ibadah Umroh ke tanah suci adalah impian setiap muslim. Tentu, tidak akan ada hamba Allah yang menolak menikmati kesempatan beribadah di negeri para nabi, menapaki jejak Rosulullah untuk bersujud di hadapan ka’bah secara langsung. Sayangnya, tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan ini dikarenakan jarak yang memisahkan, untuk berumroh, seorang muslim harus merogoh saku lebih dalam untuk memperoleh kesempatan ini.

Dalam hal yang paling mandasar dibutuhkan oleh setiap Jama’ah yang menjalankan ibadah umroh adalah kenyamanan dan keamanan dalam menjalankan rutinitas ibadah umroh itu sendiri dari keberangkatan sampai akhirnya kembali lagi kerumah masing-masing.

Begitu juga dengan makna disetiap ritual Umroh itu sendiri mempunyai artian yang berbeda-beda. Didalamnya berlangsung sebuah peristiwa sosial, yang tidak hanya menghubungkan manusia dengan Allah SWT,melainkan juga tentang manusia berhubungan dengan manusia lainnya. Mempererat tali silaturahim diantara Jama’ah memiliki banyak manfaat bagi kita semua, salah satunya mendapat Ridho dari Allah SWT dan meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan,

Orang yang hendak pergi menunaikan ibadah Umroh biasanya menggunakan jasa KBIH atau perusahaan penyelenggara ibadah Umroh untuk menyiapkan segala kebutuhan seperti visa umroh, tiket pesawat, akomodasi, memandu seluruh kegiatan ibadah umroh selama ditanah suci.

Dengan demikian, jamaah tinggal mempersiapkan diri untuk berangkat ketanah suci dan melaksanakan ibadah umroh supaya meraih keutamaan dan pahala dari Allah SWT. Supaya tujuan ibadah umroh terpenuhi,

Penting bagi Jama’ah untuk mencari KBIH atau perusahaan penyelenggara ibadah umroh yang baik, jujur, bertanggung jawab, bisa dipercaya dan mengakomodasi segala kebutuhan selama berlangsungnya ibadah Umroh tersebut.

Perusahaan penyelenggara ibadah umroh diharapkan dapat memenuhi harapan para Jama’ah yaitu memperoleh ibadah yang khusu, aman, nyaman, dapat memahami segala macam bentuk dan makna

dari ibadah Umroh itu sendiri dan sesuai dengan apa yang di syariatkan oleh Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Salah memilih KBIH atau perusahaan penyelenggara umroh akan berdampak buruk bagi kesejahtraan Jama’ah, sehingga tentunya akan mempengaruhi kelancaran dan kualitas ibadah.

 

RISALAH WISATA NABAWI yang berdiri sejak tahun 2012 memberikan solusi tepat bagi para Jama’ah dengan menawarkan pelayanan yang prima, tanggap dan optimal untuk membantu para Jama’ah dalam menjalankan ibadah Umroh. Bagi kami, tiada hari tanpa menolong sesama, keberhasilan, kekhusu’an dan kepuasan para jama’ah selama menjalankan ibadah umroh adalah kebanggan tersendiri bagi kami sebagai penyelenggara ibadah Umroh. Alhamdulillah selama kami telah membantu para Jama’ah dari berbagai daerah di Indonesia khususnya daerah jawa barat dalam menjalankan ibadah umroh.

Sebelum keberangkatan, kami berbagi pengetahuan akan hal-hal yang dasar dalam ibadah Umroh dan berbagai macam persiapan sebelum meninggalkan Tanah Air. Mengadakan Manasik Umroh yang rutin kami lakukan menjadi sangat penting bagi Jama’ah, khususnya bagi para Jama’ah yang baru pertama kali menjalankan ibadah umroh

RISALAH WISATA NABAWI didukung oleh asatizd lulusan Timur Tengah yang sangat berpengalaman dalam memberikan pengetahuan akan ibadah serta menanamkan nilai-nilah dari ibadah sesuai dengan RISALAH Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam selama atau pasca Umroh. Muthawif yang handal dalam bidangnya, tanggap, cekatan. team yang muda, ramah, sopan, enerjik, bersahabat akan memudahkan Jama’ah mendapatkan pelayanan yang maksimal sebelum dan sesudah menjalankan ibadah Umroh,

RISALAH WISATA NABAWI menawarkan berbagai jenis paket Umroh. Mulai dari paket regular, paket keluarga, peket super hemat, sampai paket Umroh plus liburan yaitu Jama’ah akan diajak berlibur sebelum atau sesudah ibadah selesai. Liburan yang ditawarkan ketempat-tempat bersejarah di Arab Saudi dan wisata kebeberapa Negara timur tengah lainnya.

 
 
Makna Risalah Versi Risalah Nabawi Tour

 

    Ridho Illahi yang selalu kami kejar dan Ramah dalam berinteraksi
    Ibadah yang sesuai dengan Sunnah Rosulullah shallallahu alaihi wasallam.
    Sopan dalam berbicara, Santun dalam berbuat, bersahabat dengan semua eleman masyarakat dan Silaturahim selalu kami jaga
    Amanah selama menjalankan tugas.
    Layanan yang maksimal bagi para Jama’ah dari proses pemberangkatan sampai kembali ke Tanah Air,
    Aman dalam perjalanan dengan asuransi terpercaya.
    Hikmah disetiap langkahnya. Perjalanan yang penuh Hikmah dan Pelajaran disetiap proses kegiatan Umroh akan memberikan makna tersendiri bagi para Jamaah.

Sumber : http://www.myrisalah.com

Baca Artikel Lainnya : HUKUM BERDOA DI DEPAN MAKAM RASULULLAH

RISALAH NABAWI TOUR

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

Ghostly Voices From Thomas Edisonís Dolls Can Now Be Heard

Artikel lainnya »