Promo Umroh 2017  CP. 08111-34-1212  25 Des Rp 20,4 juta  | 26 dan 30 Desember Rp21,7 juta

diposkan pada : 17-03-2017 00:18:06

Tidak Merasakan Getaran Hati Saat Ber-Umroh - Ada saja orang yang mengalami hal seperti ini, merasa tak tergetar hatinya saat sedang menunaikan ibadah umrah. Yakni salah seorang jamaah yang berasal dari Negara Bangladesh yang bermukim di London, Inggris, dia menceritakan kegusarannya. 

Ia merupakan Ibu muda yang tengah menunaikan ibadah umrah bersama suami dan anaknya yang berusia lima tahun itu merasa belum pernah mendapatkan getaran spiritual seperti yang diharapkannya dan orang lain alami. Seorang muslimah asal Pakistan yang duduk di sebelahnya turut mengangguk, merasa terwakili karena dirinya pun merasakan hal yang sama sepertinya.

Apa saja kemungkinan penyebab hal itu terjadi? Seorang Ustadz Budi Prayitno yang turut memandu jamaah umrah para karyawan dan mitra Elcorps mengatakan ada beberapa penyebab yang bisa menghalangi atau menghambat munculnya getaran tersebut.

Ustadz Budi memberikan penjelasan secara fisik, Mungkin pada saat masjidil Haram belum selesai direnovasi. Pekerjaan pembangunannya juga masih terus berlangsung. “Setting lokasi dengan hiruk-pikuknya dalam pembangunan Masjidil Haram yang seperti ini juga dapat mempengaruhi jamaah.

Kondisi Masjidil Haram sangat berbeda dengan Masjid Nabawi yang memiliki fungsi sebagaimana masjid pada umumnya yang kita ketahui. Masjid Nabawi memiliki sebuah paraturan, mulai dari arah kiblat shalat hingga jam buka-tutupnya Masjid. “Masjid Nabawi tutup pada pukul 23:00 dan buka kembali pada pukul 03:00 sehingga ada waktu bagi para petugas untuk memanfaatkan waktu tersebut dengan membersihkan masjid.

Sementara itu, dalam kehidupan di Masjidil Haram sangat dinamis sekali. Petugasnya harus membersihkan masjid selagi jamaah masih melakukan aktivitas. “dengan hal yang seperti itu saja bisa membuyarkan konsentrasi jamaah yang sedang melakukan ibadah.

Belum lagi dengan shaf shalatnya yang tak tertuju pada satu arah mata angin, namun langsung mengitari Ka’bah. Ada keriuhan tersendiri saat jamaah melakukan pencarian shaf. “Masjidil Haram benar-benar sangat dinamis laksana kehidupan yang terus berjalan, terkadang ada pula gesekan dan benturan.

Di lain sisi, orang yang berkunjung ke Masjidil Haram memiliki kondisi psikologis yang beraneka ragam. Ada yang memang sudah stabil, ada pula yang berkunjung masih dengan kegaduhan duniawi. “Mereka sangat memerlukan stimulasi dari luar, baik dari segi waktu maupun suasana, untuk bisa memfokuskan ibadahnya dengan khusyu.

Selain itu, bisa jadi doa yang dipanjatkan tidak dihayati dengan baik. Terlebih, saat melakukan thawaf yang memerlukan tubuh dituntut untuk terus bergerak. Biasanya, pada saat melaksanakan ibadah shalat di Makam Ibrahim banyak jamaah yang sudah bisa memfokuskan tujuannya dan berkonsentrasi juga mulai merasakan getaran spiritual yang dahsyat.

Untuk memberi sebuah kesempatan bagi jamaah dalam meresapi ibadahnya, Alhijaz Indowisata Tour and Travel akan menyediakan waktu jeda antarkegiatan. Jamaah dibimbing dengan baik untuk bisa mengenali diri, masalah yang ada dalam kehidupannya, dan memasang target pencapaian kualitas diri setelah menunaikan ibadah umrah. “apa yang di dapat setelah thawaf? Itu perlu dikontemplasikan oleh jamaah itu sendiri.

Demikian pula ketika melakukan sa’i. Jamaah biasanya terfokus dengan buku bacaan umrah yang selalu di bawa. Padahal, dibuku tersebut tidak ada bacaan wajibnya saat sa’i. “Orang terkadang di dalam diri selalu timbul perasaan ragu apakah sudah sah sa’i-nya karena bacaan doanya tidak lengkap.

Hakikat thawaf dan sa’i adalah ketaatan kepada Allah melalui gerak pada manusia itu sendiri. Ini tak bisa ditawar-tawar lagi. Itu semua mudah dilakukan. Tapi apa artinya tanpa ilmu n pemahaman?.

Akan tetapi, mereka yang sangat minim pengetahuan agamanya untuk tidakk takut ibadah umrah yang dilakukannya tidak menjadi pengalaman yang membekas dihati. Ia mengingatkan rahmat Allah sangat luas. “Bisa saja tiba-tiba ada intervensi dari Allah, mereka diberikan rasa haru dan kenikmatan dalam beribadah.

Agar lebih fokus dalam melaksanakan ibadah, anjuran kepada jamaah untuk memperlakukan seolah-olah ibadah umroh yang dilakukan merupakan umrah yang terakhirnya. Lantas, saat melihat Ka’bah, bacalah doanya dengan sepenuh hati dan setulus jiwa. Dan bayangkan pula, dahulu Rasulullah juga pernah melakukan thawaf di tempat yang sama. “Insya Allah dengan melakukan cara yang seperti itu saja kita sudah mulai merasakan getaran spiritual.”

 

 

 

 

kejadian aneh saat haji dan umroh
kisah nyata saat umroh
pengalaman aneh saat umroh
keajaiban setelah umroh
pulang umroh diikuti malaikat
cerita saat umroh
pengalaman religius saat umroh
40 hari setelah umroh

Artikel lainnya »