Promo Umroh 2017  CP. 08111-34-1212  25 Des Rp 21,3 juta  | 26 dan 30 Desember Rp21,7 juta

diposkan pada : 13-03-2017 21:26:17

Berbagai keajaiban dan mukjizat seolah tak kunjung habis di Mekah dan Madinah. Setelah Ka’bah dan Masjid Nabawi, kini Jabal Magnet menjadi sebuah fenomena baru yang juga banyak dibicarakan oleh para jamaah haji ataupun umrah. Jabal magnet memang penuh dengan misteri karena bisa menarik bus yang terbuat dari besi. Ini karena bukit ini diperkirakan mengandung batuan magnet dalam jumlah yang besar. 

Nama Jabal Magnet (Magnetic Hill) atau Gunung Magnet kini semakin lama semakin populer di Arab Saudi. Tempat ini juga menjadi tempat yang sangat di favoritkan bagi para jamaah haji dan umroh, terutama dari Asia.

Jabal Magnet terletak kira-kira 60km dari Kota Madinah. Perjalanan untuk menuju kawasan Jabal Magnet dari Madinah dipenuhi dengan sejumlah perkebunan pohon kurma dan hamparan bukit berbatuan. 10 km menjelang arah Jabal Magnet, ada sebuah danau buatan yang besar. Gunung Magnet didominasi dengan warna hitam dan merah bata.

Keanehan yang paling terlihat di daerah ini adalah mobil bisa berjalan sendiri ke arah yang berlawanan (mundur), bahkan sanggup untuk mendaki tanjakan. Tidak hanya itu, jarum penunjuk kompas juga tidak bekerja atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Karena arah utara-selatan menjadi kacau dan tidak jelas. Selain itu, data yang ada pada telepon seluler bisa hilang di lokasi tersebut.

Magnetic Hill atau biasa disebut oleh warga setempat dengan sebutan Manthiqa Baidha, yang berarti perkampungan putih. Namun, banyak yang menamainya dengan nama Jabal Magnet. Daya dorong dan daya tarik magnet dari berbagai bukit di sebelah kiri dan kanan jalan, akan membuat kendaraan yang melaju dengan kecepatan 120km/jam, ketika memasuki kawasan ini, kecepatannya perlahan-lahan akan turun menjadi 5km/jam.

Jabal Magnet yang sampai saat ini menjadi kawasan wisata penduduk Madinah. Awalnya ditemukan oleh orang suku Baduy. Pada saat itu ada seorang Arab Baduy menghentikan mobilnya karena ingin buang air kecil. Namun karena sudah tidak tahan, ia mematikan mesin mobilnya, tapi tidak memasang rem tangan.

Ketika sedang buang air kecil, ia sangat terkejut, karena mobilnya berjalan sendiri dan makin lama makin kencang. Ia berusaha mengejar, tapi tidak berhasil dan menurut kisahnya itu, mobilnya tersebut baru bisa berhenti setelah melenceng ke tumpukan pasir di samping jalan.
Saat musim haji, banyak jamaah yang mendatanginya. Pemerintah Arab Saudi lalu membangun jalan untuk menuju lokasi tersebut. Di daerah yang terbilang hijau karena banyak ditumbuhi oleh pohon kurma itu, juga dilengkapi sarana wisata yang lainnya. Ada juga tenda-tenda untuk para pengunjung, ada mobil mini yang bisa disewa untuk merasakan tarikan medan magnet tersebut.

Secara geologis, fenomena Jabal Magnet bisa dijelaskan dengan cara logika. Karena, Kota Madinah dan sekitarnya berdiri di atas Arabian Shield tua yang sudah berusia 700-an juta tahun. Kawasan itu berupa endapan lava "alkali basaltik" (theolitic basalt) yang memiliki luas 180.000 km² yang sudah berusia muda (muncul hingga 10 juta tahun silam dengan puncak intensitas 2 juta tahun silam). Lava yang bersifat basa itu muncul pada permukaan bumi dari kedalaman 40-an km melalui zona rekahan sepanjang 600 km yang dikenal sebagai: "Mekah-Madinah-Nufud volcanic line".

Artikel lainnya »