Promo Umroh 2017  CP. 08111-34-1212  Tgl 27 Mei,  3 dan 10 Juni Disc Rp 2 juta

diposkan pada : 06-03-2017 15:04:26

Pengelolaan Wakaf dari Arab Saudi Indonesia Perlu Belajar - Menteri Agama (Menag) yaitu Lukman Hakim Syaifudin ikut menghadiri undangan Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan. Dalam raker tersebut membahas soal Evaluasi dan laporan Penyelenggaraan ibadah Haji Tahun 2015. 

Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud tak lepas dari sederet kerja sama yang akan dijalin bersama Indonesia. Tidak hanya di bidang ekonomi, tapi juga di bidang keagamaan yang sesuai dengan negara yang mayoritasnya beragama Islam.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga mengatakan, bahwa sedikitnya akan ada 10 nota kesepahaman yang akan ditandatangani oleh Presiden RI Joko Widodo dan Raja Arab Saudi yaitu Salman bin Abdulaziz Al Saud. Seluruh MoU ini sudah dalam tahap finalisasi.

Pada bidang yang dibawahi oleh Kementerian Agama, penyelenggaraan haji dan umrah masih menjadi fokus kerja sama diantaranya. Ditambah, pengelolaan wakaf yang juga akan ditindaklanjuti dalam program yang lebih konkret lagi.

 

Wakaf yaitu sesuatu (harta atau barang-barang) yang diperuntukkan bagi kepentingan Agama Islam atau

sesuatu yang diberikan untuk kepentingan agama.

 

Pengalaman Arab Saudi lebih kaya dibandingkan negara kita dan kita masih pada tahap charity, yaitu belum produktif. Jadi ini yang akan kita kembangkan kedepan agar wakaf bukan hanya untuk tempat ibadah maupun tempat pendidikan melainkan tempat usaha-usaha produktif sehingga nilai harta yang diwakafkan itu bisa lebih dirasakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas di Indonesia.

Dengan adanya kerja sama antara Negara Arab Saudi dengan Indonesia, bukan hal yang tidak mungkin akan banyak pihak dari Arab Saudi yang akan menyampaikan soal wakafnya di Indonesia. Pada saat ini, wakaf dari Arab Saudi biasanya dibangun dalam bentuk tempat pendidikan yaitu pesantren, madrasah, dan sekolah-sekolah Islam lainnya.
Kita akan lebih arahkan ke hal produktif karena nilai kemanfaatannya bisa lebih memiliki kesinambungan dan memajukan masa depan bangsa.

Pembicaraan mengenai  penyelenggarana haji dan umrah juga tidak akan terlewatkan sedikitpun. Pemerintah Indonesia pertama-tama pasti akan mengucapkan rasa terima kasih atas penambahan kuota haji Indonesia.

Di sisi lain, agar alternatif untuk memangkas waktu antrian jamaah haji Indonesia juga akan dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Bukan merupakan hal yang tidak mungkin,sebab  wacana tentang penggunaan kuota haji negara lain juga sudah kembali dibuka. hal seperti itu terbuka kemungkinan akan dibahas nanti.

Isu lainnya yang mungkin akan dibahas kaitannya dengan angkutan barang-barang karena haji dan umrah pasti banyak kerja sama masalah terkait angkutan barang dan secara khusus kaitannya bea masuk dan keamanan

Artikel lainnya »