Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. umroh desember 2017 Jatisampurna

saco-indonesia.com, Garong motor yang berpistol tanpa peluru telah dihakimi oleh massa di Jalan Rajawali, Bandung, Senin malam. Tersangka S yang berusia 30 tahun , telah diselamatkan oleh petugas Polsek Andir saat sedang melakukan patroli. Dalam kondisi wajah babak belur, S kini telah mendekam di kamar tahanan Polsek Andir.

Kapolsek Andir Kompol Janter Nainggolan juga menjelaskan, Senin malam sekitar pukul 22.00 tersangka tertangkap basah saat mencuri motor. Warga telah berhasil mengepung dan menangkap pria tersebut kemudian telah menyiksanya secara berjamaah.

Untuk dapat menyelamat diri, tersangka mencoba mencabut pistol yang dibawanya. Sial, pistol yang akan ditembakkan ke angkasa untuk dapat membubarkan massa ternyata tidak berpelor. Warga terus mengepung dan menyiksanya.“Lagi disiksa di lokasi kejadian anggota patroli tiba dan menyelamatkan tersangka,“ tandas Kapolsek.

Janter juga menuturkan, hasil dari pemeriksaan tersangka sudah belasan kali mencuri motor di kota Bandung. Dia bermain sendirian dan barang hasil curian dijual rata rata Rp 2 juta ke pendahah di Bandung. Modusnya dengan mengincar motor yang diparkir di halaman rumah yang sepi.

Menyinggung senpi, demikian Kapolsek, jenis revolver rakitan. Senpi yang baru enam bulan dibeli dari temannya kini telah diamankan. “ Kami juga berhasil mengamankan senpi, satu motor, dan lima pelor yang ada di saku celana. Pistol itu tak berpelor, karena ada di saku celana,“ tambahnya.

Tersangka S, dalam pemeriksaan mengaku membeli senpi dari temanya Rp 2 juta. Tujuanya, kata dia, hanya untuk dapat menakut nakuti. “ Saya belum bisa menggunakan senpi itu,“ ucap tersangka.


Editor : Dian Sukmawati

MENGETAHUI PISTOL TAK BERPELURU, WARGA BERANI KEROYOK PENCURI MOTOR
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »