Umroh Januari

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. travel umroh ramadhan di Cibeber

Kerja keras petugas Polsek Cilandak dalam memburu kawanan geng motor yang telah menewaskan cewek ABG, Mia Nuraeny alias Mia yang berusia 16 tahun , telah membuahkan hasil. Polisi telah berhasil menangkap enam pemuda yang membuat nyawa gadis malang itu melayang, Kamis (13/3) dinihari.

Keenam pelaku yang masih remaja itu saat ini masih harus menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Cilandak. “Motifnya masih kita dalami, tersangka masih diperiksa. Namun untuk sementara satu pelaku sakit hati karena cintanya diputus. Ia telah mengajak rekannya untuk menganiaya tiga ABG, salah satu di antaranya wanita,” kata Kapolsek Cilandak, Kompol Sungkono.

Menurut Sungkono, sejak terjadi penganiayaan yang telah dilakukan geng motor tersebut, petugas langsung bertindak cepat dengan melakukan olah TKP dan mendapatkan saksi untuk dapat mengetahui pelaku penganiayaan yang dialami tiga ABG saat nongkrong di pinggir Jalan Bahari, depan Terogong Residence, Cilandak tersebut.

“Dari pengembangan itulah, didapat nama pelaku. Kami langsung mengejarnya dan berhasil menangkap enam orang. Dua orang lagi masih kami buru,” ujarnya.  Informasi yang dihimpun, satu pelaku juga merupakan mantan pacar korban yang sakit hati dengan Mia.

Sebelumnya, tiga ABG telah dikeroyok oleh delapan orang anggota geng motor di Jalan Bahari Depan Terogong Residence, Kel. Cilandak Barat, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan. Rabu (12/3) dinihari. Seorang perempuan kritis akibat luka di bagian kepala akibat hantaman benda tajam dan gir motor.

Para korban yang masih ABG diketahui berinisial SS, 14, SN, 14, dan Mia, 14. Mereka telah menjalani perawatan di IGD RS Fatmawati setelah masing-masing kepala korban mengalami luka akibat dikeroyok dan terkena senjata tajam.

Peristiwa ini telah terjadi sekira pukul 01:00 dinihari. Korban saat itu sedang nongkrong di jalan dihampiri enam orang laki-laki yang tidak dikenal naik sepeda motor. “Dari keterangan saksi-saksi tanpa basa-basi korban langsung dikeroyok dan dilukai oleh pelaku,” kata Kapolsek Cilandak, Kompol HM Sungkono. Tanpa rasa kasihan mereka juga menghajar ABG perempuan hingga mengalami luka parah dan bermandikan darah.

Usai membacok ketiga ABG tersebut, para pelaku kabur. Warga yang melihat kejadian ini segera membawa korban ke RS Fatmawati dan melaporkan kasus tersebut ke Polsek Cilandak.

Geng Motor Pembunuh Cewek ABG Diringkus

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »