umroh

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. travel haji umroh di jakarta

saco-indonesia.com, Tewasnya Feby Lorita yang berusia 31 tahun , telah membuat pelaku kebingungan, jasad perempuan malang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam mobil Nisan March F 1356 KA dan selama beberapa hari, dibawa berkeliling Jakarta, Depok dan Bekasi oleh Asido Simangunsong.

“Saya cuma bingung saja mau dibunag kemana. Soalnya mayat itu juga saya bawa pulang lagi ke apartemen, tapi saya biarkan di dalam mobil,” ujarnya.

Berniat untuk dapat melarikan diri, Asido kembali ke unit apartemen Feby dan mengambil televisi serta CPU komputer milik Feby, setelah sebelumnya menjarah perhiasan, uang dan identitas milik korban. “Semuanya saya jual seharga Rp3 juta. Sementara TV dan CPU dititipkan di rumah pacar saya,” imbuhnya.

Menurut dia, karena saat itu di dalam mobil juga sudah mulai tercium bau busuk, ia pun berniat untuk membuang jasad Feby. Sambil membawa mobil berkeliling, Asido pun telah memikirkan lokasi untuk membuang jasad Feby tersebut. Saat itulah ia bertemu dengan kakak kandungnya, Daniel Simangunsong dan mengaku bahwa Feby adalah korban tabrak larinya. “Saya minta bantuan sama dia (Daniel) untuk dapat membantu membuang mayat tersebut,” tuturnya.

Pada Sabtu (25/1) dinihari, keduanya pun berkeliling ke sejumlah tempat dan mencari lokasi untuk membuang jasad Feby. Menurut Asido, saat melintas di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, mereka panik lantaran melihat adanya razia kepolisian di depan Polsek Duren Sawit. Asido pun telah memutuskan untuk membelokkan mobilnya ke arah TPU Pondok Kelapa untuk dapat menghindari razia.

Begitu tiba di TPU tersebut, Asido dan Daniel kemudian turun dari mobil dan meninggalkan mobil berisi jasad Feby. Aki mobilnya sempat mereka ambil untuk digunakan di mobil Daihatsu Xenia miliknya yang sudah lama mangkrak. Di situlah gerak-gerik pelaku akhirnya telah diketahui petugas keamanan.


Editor : Dian Sukmawati

JASAD FEBY LORITA SEMPAT DIBAWA KE APARTEMEN

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »