Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. travel haji terbaik

saco-indonesia.com, Pasca kenaikan status Gunung Kelud, ratusan warga yang berada di wilayah Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri berjaga-jaga di jalanan dengan membuat api unggun, Selasa (11/2) dini hari. Aksi 'melekan' itu dilakukan untuk dapat mengantisipasi jika sewaktu-waktu gunung yang hanya berjarak 8 kilometer dari desa mereka tersebut meletus.

Sapari yang berusia (48) tahun salah seorang warga setempat, juga mengaku sempat was-was dengan kenaikan status Gunung Kelud ke siaga. Warga juga telah menilai, perubahan status gunungdari waspada ke siaga sangat begitu cepat.

"Kami warga di sini juga sempat was-was, sebab takutnya gunung meletus lebih cepat. Kekhawatiran kami lagi adalah anak gunung Kelud jika terjadi letusan akan dapat menimbulkan bahaya yang lebih besar. Oleh karena itu warga di Desa Sugihwaras terutama yang laki-laki siaga di jalanan sambil membuat api unggun," kata Sapari.

Masih menurut Sapari, ia juga telah membawa turun anak-anaknya ke tempat lebih aman agar jika sewaktu-waktu terjadi bencana sudah tidak begitu merisaukan bagaimana membawa keluarga. "Saya hanya bersama istri saya siaga di rumah, anak-anak dan juga surat-surat penting sudah kami bawa turun ke rumah mertua di Desa Ngreco Kecamatan Kandat yang berjarak kurang lebih 25 kilometer," tambahnya.

Selain Sapari, Prapto tetangga Sapari juga menuturkan ia telah mengemasi barang-barang berharga dan beberapa kebutuhan selama pengungsian nanti. "Intinya warga di sini sudah siap jika sewaktu-waktu diinstruksikan untuk pindah ke pengungsian," ujarnya.


Editor : Dian Sukmawati

KHAWATIR GUNUNG KELUD MELETUS

Artikel lainnya »