umroh plus aqso

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. travel haji khusus di Gerogol

saco-indonesia.com, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi telah berhasil menyita 700 butir pil yang diduga ekstasi dan tiga paket sabu dari tangan Jumali alias Wak Boy yang berusia (52) tahun . Wak Boy telah ditangkap Senin (6/1) sekitar pukul 15.00 WIB, dari tempatnya bekerja di RT 10 Solok Sipin.

"Wak Boy adalah seorang buruh bangunan yang beralamatkan di RT 02 Solok Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi," kata Kabid Pemberantasan BNNP Jambi, AKBP Hairul Sulahudin seperti dilansir Antara, Rabu (8/1).

Sementara itu untuk barang bukti pil yang diduga ekstasi dan serta sabu, telah ditemukan dari dua lokasi berbeda. Untuk tiga paket sabu yang ditemukan dalam lubang yang ada di pintu di tempat Wak Boy bekerja.

"Sementara itu 700 butir pil warna kuning logo P yang diduga ekstasi, telah ditemukan di dekat kandang ayam di rumah tersangka," kata Hairul.

Penangkapan terhadap Wak Boy bermula dari adanya informasi yang telah diterima oleh Tim Tindak Pengejaran BNNP Jambi, bahwa di lokasi penangkapan sering terjadi transaksi narkoba. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim dari BNNP Jambi langsung melakukan penyelidikan dan setelah meyakini bahwa Wak Boy adalah target utama.

"Tersangka kita tangkap saat sedang bekerja," kata Hairul.

Saat ini pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Wak Boy yang dikenakan pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Selain barang bukti narkotika, lanjut Hairul, pihaknya juga berhasil mengamankan uang tunai jutaan rupiah.


Editor : Dian Sukmawati

SIMPAN 700 BUTIR EKSTASI DI KANDANG AYAM

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »