umroh oktober

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. travel haji di Tapos

Direktur Eksekutif Fox Indonesia, Andi Zulkarnain Anwar alias Choel Mallarangeng, rupanya telah diberi 'kekuasaan' oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Alifian Mallarangeng. Sebab, sebelum proses lelang proyek P3SON Hambalang dilaksanakan, mantan Sekretaris Menpora, Wafid Muharam, harus menghadap dan meminta persetujuan Choel terlebih dulu.

Dalam surat dakwaan Andi Mallarangeng yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi, Irene Putri, Wafid telah melakukan pertemuan dengan Choel, mantan Kepala Biro Perencanaan sekaligus bekas Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga serta Pejabat Pembuat Komitmen proyek P3SON Hambalang, Deddy Kusdinar, Manajer Pemasaran Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, Muhammad Arief Taufiqurrahman, dan Staf Khusus Menpora, Muhammad Fakhruddin. Dalam pertemuan itu, Choel telah menanyakan kesiapan PT Adhi Karya melaksanakan lelang proyek Hambalang.

"Dijawab oleh Arief kalau PT Adhi Karya sudah siap. Kemudian, Wafid bertanya kepada Choel apakah proyek P3SON Hambalang bisa dilelang, dan Choel mempersilakan," kata Jaksa Irene saat membacakan dakwaan Andi di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, kemarin.

Wafid tunduk dan telah melakukan hal itu karena Choel adalah adik Andi. Dia juga harus meminta persetujuan Choel lantaran merupakan titah Andi setelah dilantik menjadi menteri.

Sebab, beberapa hari setelah dilantik menjadi Menpora pada 21 Oktober 2009 lalu , Andi tiba-tiba membawa Choel ke Kemenpora dan memperkenalkannya kepada mantan Sekretaris Menpora, Wafid Muharam. Peristiwa itu telah terjadi ruang kerja Andi. Saat itu, lanjut dia, Andi mengatakan Choel akan banyak membantu urusan di Kemenpora, sehingga jika Wafid butuh konsultasi supaya segera menghubungi Choel.

"Padahal terdakwa telah mengetahui Choel bukanlah orang yang kompeten dan telah memiliki korelasi dengan program-program di Kemenpora," ujar Jaksa Irene.

Hendak lelang proyek Hambalang, Wafid minta restu Choel
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »