saco-indonesia.com, Sebaran debu vulkanik akibat dari letusan Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, telah melanda hampir semua wilayah di Pulau Garam, Madura sejak Jumat pagi. Masyarakat pun telah diminta untuk menggunakan masker.

"Kami juga sudah menyampaikan imbauan terbuka kepada masyarakat agar menggunakan masker, karena jika debu dihirup berpotensi menimbulkan penyakit sesak napas," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan Ismail Bey, seperti dikutip Antara, Jumat (14/2).

Di Pamekasan sebaran debu akibat letusan Gunung Kelud telah menyebabkan aktivitas warga terganggu. Mereka terpaksa menggunakan masker, baik di rumah maupun dalam menjalankan aktivitas di luar rumah.

Debu akibat letusan gunung dengan ketinggian 1.730 mdpl yang telah terletak di Kediri Jawa Timur tidak hanya terjadi di pusat kota saja, akan tetapi juga merata hingga di perdesaan.

"Sejak subuh tadi awan di daerah saya telah terlihat seperti kabut, ternyata semua kaca berdebu," kata warga Desa Gagah, Kecamatan Kadur, Sahama.

Tidak hanya di Pamekasan saja , hal yang sama juga telah terjadi di Kabupaten Sampang, Bangkalan dan Kabupaten Sumenep.

Masyarakat di tiga kabupaten ini juga banyak yang menggunakan masker baik yang beraktivitas di ruang terbuka, maupun di perkantoran.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mencatat, Erupsi pertama Gunung Kelud tercatat terjadi pada Kamis malam (13/2) pukul 22.50 WIB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Kegempaan (PVMBG) telah menyebutkan erupsi terjadi hingga mencapai 17 km ke atas dan abu vulkanik menyebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat.

SEMUA WILAYAH DI PULAU MADURA JUGA KENA DEBU GUNUNG KELUD

Artikel lainnya »