umroh februari

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. promo umroh mei 2018

saco-indonesia.com, Barcelona FC telah melewati hadangan Cartagena dalam second leg Copa del Rey di Nou Camp (18/12). Anak asuh Gerardo Martino telah sukses menang mudah dengan skor 3-0.

Gol kemenangan Barca telah dicetak oleh Pedro di menit ke 31. Tello juga menambah keunggulan tuan rumah di pertengahan babak kedua. Neymar telah menutup kemenangan Blaugrana dua menit sebelum waktu normal telah berakhir.

Melawan Cartagena, Barcelona telah diprediksi bakal menang mudah. Prediksi tersebut telah terbukti di awal babak pertama. Tuan rumah begitu mendominasi jalannya pertandingan. Dan gol yang telah dinanti-nantikan pun akhirnya tercipta ketika laga memasuki menit ke 31. Melalui aksi Pedro, tuan rumah telah membuka keunggulan di babak pertama.

Unggul satu gol Barca terus tampil menekan ke pertahanan tim tamu. Beberapa peluang juga sempat mereka ciptakan. Namun hingga mendekati akhir babak pertama, Blaugrana belum mampu untuk menambah gol.

Dengan hasil di leg pertama lalu, Barca memang tak perlu ngoyo dalam pertandingan ini. Pasalnya, hasil kemenangan 4-1 lalu juga semakin membuat beban Barca kali ini semakin ringan. Tetapi, nampaknya Barca telah memburu kemenangan besar di leg kedua ini. Mereka tak henti-hentinya menggempur benteng pertahanan Cartagena.

Beruntung bagi tim tamu, hingga turun minum gawang mereka juga masih belum kebobolan untuk yang kedua kalinya.

Memasuki babak kedua, Barca juga masih menunjukkan dominasinya. Jika dilihat dari ball posession, tuan rumah terlihat perkasa dengan menguasai 70 persen. Sedangkan Cartagena hanya 30 persen.

Dan lagi-lagi, tim tamu sulit untuk bangkit dari tekanan tuan rumah. Di menit ke 68, Barca telah kembali menggandakan keunggulannya. Kali ini Tello yang telah mencatatkan namanya di papan skor.

Memimpin dua gol, Barca telah melakoni laga semakin nyaman. Sebaliknya, Cartagena hanya berusaha untuk bisa bertahan agar tak kembali kebobolan oleh serangan tuan rumah yang tak kunjung mengendur.

Sayang, usaha tim tamu tak dapat berjalan mulus. Dua menit menjelang bubaran, bintang Barca asal Brasil, Neymar telah menambah keunggulan timnya sekaligus telah menutup kemenangan Barca di depan publik mereka sendiri. Hingga peluit akhir dibunyikan tanda berakhirnya laga kedudukan tak berubah dan kemenangan menjadi milik Barcelona.

Susunan line-up kedua tim:

Barcelona: Pinto; Montoya, Mascherano, Puyol, Adriano (Bartra 80"); Sergi Roberto, Song, Fabregas (Iniesta 76"), Pedro (Sanchez 76"), Neymar, Tello.

Cartagena: Savu, Alex, Astrain, Mariano, Zurdo, De Lerma, Moreno, Segura (Ruiz 86"), Megias, Lopez (Fernando 6"), Menudo (Antonito 74").


Editor : Dian Sukmawati 

BARCA TATAP PEREMPAT FINAL
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »