Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. promo paket umroh murah di Bekasi Utara

saco-indonesia.com, Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Ustad Jefri Al Buchori yang kerap disapa Ustad Uje meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas Jumat dinihari 26 April 2013.

Kecelakaan terjadi di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan seperti di lansir dari akun Twitter dari TMC Polda Metro Jaya.

disebutkan bahwa ustad yang akrab dipanggil Uje itu menabrak pohon saat mengendarai motor Kawasaki di daerah Gedong Hijau, Pondok Indah.

“03:47 Kecelakaan Pemotor Kawasaki B 3590 SGQ di Jl. Gedong Hijau 7 Pdk Indah, korban meninggal dunia a/n Bpk Jefri Al Buchori,”demikian isi twitter TMC di @TMCPoldaMetro sekitar pukul 04.00 Wita.

Dari kicauan TMC sebelumnya menulis bahwa kecelakaan Pemotor Kawasaki E650 B 3590 SGQ menabrak pohon di Jalan Gedong Hijau 7 Pondok Indah.

TMC menulis bahwa korban meninggal dunia.

Motor almarhum Ustad Jefri Al
Buchori - Foto @tmcpoldametro

Motor almarhum Ustad Jefri Al Buchori – Foto @tmcpoldametro

Almarhum menjadi korban kecelakaan tunggal dengan sepeda motor. Ia diduga hilang kendali kemudian menabrak pohon palem dan pembatas jalan.

Almarhum langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah dan kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Fatmawati tempat menghembuskan napas terakhir.

Jenazah Ustad Uje - Foto Moammar Emka

Jenazah Ustad Uje – Foto Moammar Emka

Jenazah kini berada di rumah duka di Perum Bukit Mas Jalan Narmada III Rempoa. Rencananya Jenazah akan dishalatkan di Masjid Istiqlal sebelum shalat Jumat. Kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak Jakarta.

Almarhum meninggalkan istri, Pipik Dian Irawati Popon, dan tiga orang anak masing-masing Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro

Selamat jalan ustad muda Indonesia… Semoga amal ibadah diterima di sisi- Nya. Amin…

http://tokobersamabisa.com/

Ustad Uje Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »