Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. promo paket umroh Bekasi

Saco-Indonesia.com - Selama ini minyak ikan diketahui mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan bisa menangkal penyakit jantung. Namun baru-baru ini penelitian mengungkap bahwa hal tersebut tak berlaku untuk suplemen minyak ikan. Orang yang mengonsumsi suplemen minyak ikan kemungkinan tak akan mendapat manfaat kesehatan yang mereka inginkan.

Hasil ini ditemukan peneliti setelah mengamati 17 penelitian yang dikombinasikan dengan penelitian terbaru dalam skala besar. Mereka tak menemukan adanya efek signifikan dari suplemen minyak ikan yang bisa menurunkan risiko penyakit jantung koroner.

Penelitian ini tak menunjukkan adanya penurunan risiko seseorang terkena serangan jantung, stroke, dan gagal jantung pada 1.100 orang yang mengonsumsi suplemen minyak ikan dan omega-3 secara teratur, seperti dilansir oleh Health Day News (17/03).

"Melihat pada 17 penelitian ini, kami tak menemukan adanya penurunan risiko penyakit jantung dan efek signifikan yang bisa diberikan oleh suplemen omega-3 untuk kesehatan," ungkap Dr Rajiv Chowdhury, ketua peneliti.

Meski begitu, peneliti tetap menekankan pentingnya omega-3 bagi kesehatan tubuh dan jantung. Namun harus diperhatikan bahwa omega-3 yang baik untuk kesehatan adalah yang didapatkan melalui makanan alami dan bernutrisi seperti ikan tuna atau salmon, bukan melalui suplemen.

Penelitian ini menekankan pentingnya orang mengonsumsi ikan untuk meningkatkan kesehatan jantung dan fungsi otak. Selain itu, masyarakat sebaiknya lebih berhati-hati sebelum mengonsumsi suplemen minyak ikan secara teratur. Jangan sampai membuang uang tanpa mendapatkan manfaat kesehatan yang diinginkan.

Editor : Maulana Lee

Sumber : merdeka.com

Kehatkan jantung tidak bisa disehatkan Suplemen minyak ikan

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »