Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. paket haji di Pondok Melati

Fenomena saat ini di Indonesia banyak sekali muncul perusahaan travel yang bergerak di bidang biro jasa perjalanan dan pelayanan ibadah umroh maupun haji. Hal ini tentu membawa berita baik bagi umat muslim. Beragam pilihan paket umroh beserta harga yang ditawarkan memberikan banyak pilihan alternatif bagi calon jamaah yang bermaksud menunaikan ibadah ke Baitullah.

Namun banyaknya lembaga penyelenggara ibadah haji dan umroh ternyata tidak serta merta memudahkan para calon tamu Allah untuk pergi ke tanah suci. Seringkali muncul berita kurang baik seputar jamaah umroh atau haji, seperti fenomena gagal atau batal berangkat, program tidak sesuai dengan harapan, fasilitas yang jauh dari apa yang ditawarkan sebelumnya, hingga adanya pembimbing atau pendamping ibadah umrah maupun haji yang justru menyimpang aqidahnya, serta masih banyak lagi masalah yang muncul.

Untuk itu keinginan atau niat untuk menjalankan ibadah ke tanah suci, persiapan fisik, mental dan finansial harus dibarengi dengan ketepatan memilih mitra lembaga penyelenggara ibadah. Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan rujukan untuk memilih mitra penyelenggara umroh atau haji plus :

    Legalitas dan pengalaman dari lembaga penyelenggara ibadah.
    Program Ibadah Haji dan Umrah merujuk seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.
    Program yang sesuai dengan keinginan dan harapan kita.
    Pembimbing ibadahnya yang sesuai syariat Islam.
    Pihak penyelenggara memiliki program nilai plus dibalik penyelenggaraan ibadah haji maupun umroh yang diharapkan memberikan benefit tambahan bagi para tamu Allah.

Sengitnya persaingan bisnis di bidang travel agen umroh dan haji plus sendiri seringkali menambah runyam keadaan. Penggunaan bahasa iklan yang provokatif, bombastis, dan jor-joran seringkali justru menyesatkan serta membingungkan para calon jamaah. Hal ini banyak dijumpai di banyak media publik, seperti iklan media cetak maupun elektronik termasuk internet.

Untuk itu kecerdasan, kejelian memilih dan menentukan mitra biro umroh atau agen travel perjalanan ibadah dari para calon jamaah sendiri mutlak dibutuhkan sejak dini. Jangan sampai tergoda hanya karena faktor harga umroh yang murah saja misalnya. Tetapi harga yang ditawarkan mestinya juga perlu dilihat seperti apa fasilitas yang diberikan, jangan sampai akhirnya nanti Anda justru kerepotan dan ibadah menjadi tidak nyaman gara-gara fasilitas yang tidak mendukung. Atau jangan pula mudah tergoda dengan program-program tambahan dalam perjalanan ibadah yang akhirnya malah merugikan atau bahkan menyimpang dari syariat.

Konsultasi dengan pembimbing ibadah berpengalaman yang sudah Anda kenal baik adalah cara bijak sebelum Anda memutuskan. Atau sharing dengan teman, saudara, relasi yang pernah atau sering berangkat umroh/haji juga penting. Selanjutnya survey ke beberapa lembaga atau perusahaan travel umroh dan haji yang Anda ketahui untuk mendapatkan perbandingan yang sehat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Anda juga bisa pelajari di website ini untuk melihat penawaran kami. Tibalah saatnya Anda yang memutuskan.

Sumber : http://www.madinaprima.com

Baca Artikel Lainnya : MENGUNJUNGI MAKAN RASULULLAH

 

TIPS MEMILIH AGEN TRAVEL

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »