Paket Umroh Plus Turki

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. jadwal umroh november 2018

 Tawaf
Tawaf adalah suatu ritual mengelilingi ka’bah (bangunan suci di makkah) sebanyak tujuh kali dan sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah umroh ataupun haji.
Syarat-syarat untuk melaksanakan tawaf.
1.      Suci dari hadast
2.      Suci badan/pakaian dan tempat tawaf dari najis.
3.      Menutup aurot
4.      Bermula pada sudut Al-Hajarul aswad dab berniat tawaf (tawaf wada’,sunat,nazar).
5.      Menjadikan baitullah berada di sebelah kiri dan berjalan ke hadapan (berlawanan dengan jarum jam).
6.      Berjalan dengan niat dan tujuan tawaf bukan untuk bertujuan lain.
7.      Cukup 7 kali mengelilingi dengan yakin.
8.      Dilakukan di dalam masjidil haram dan di luar hijir ismail / syazarwan.

Macam-macam dari thawaf, yang antara lain :
1.      Tawaf rukun
2.      Tawaf Qudum (selamat datang)
3.      Tawaf wada’ (selamat tinggal)
4.      Tawaf sunat
5.      Tawaf nazar

Adapun beberapa sunah-sunah tawaf diantaranya :
1.      Berjalan kaki
2.      Berittiba’ bagi tawaf diiringi dengan sa’i (laki-laki)
3.      Melakukan ramal (berlari-lari kecil) bagi tawaf yang diiringi dengan sa’i (laki-laki).
4.      Istilam hajarul aswad dan mengucapnya / istilam rukun yamani dan tidak mengucupnya
5.      Membaca doa dan dzikir
6.      Berturut-turut 7 kali keliling
7.      Tawaf dengan khusyuk/ Tawadhuk.
8.      Sembahyang sunat tawaf

SA’I
Sa’i merupakan salah satu rukun umroh dan haji yang dilakukan dengan berjalan kaki (berlari-lari kecil) bolak-balik sebanyak 7 kali dari Bukit Shafa menuju ke Bukit Marwah sebanyak 7 kali. Kedua bukit satu sama lainnya yang berjarak sekitar 405 meter. Ketika melintasi Bathnul waadi yaitu kawasan yang letaknya di antar bukit shafa dan bukit marwah (saat ini di tandai dengan lampu yang berwarna hijau), para jama’ah pria di sunnatkan untuk berlari-lari kecil dan sedangkan untuk untuk jama’ah wanita berjalan cepat. Ibadah sa’i diperbolehkan di lakukan dalam keadaan tidak berwudhu dan oleh wanita yang datang haid. Maksud sari melaksanakan sa’i adalah untuk memperingati pencarian air oleh siti hajar dan kemurahan Allah dalam mengabulkan doa-doa.
Sa’i adalah pencarian. Kenapa sa’i diartikan sebagai pencarian ? karena sa’i menceritakan siti hajar yang mencari air untuk putranya yaitu nabi ismail AS, dari Bukit Shafa menuju ke Bukit Marwah.


 


HIKMAH SESUDAH MELAKSANAKAN IBADAH HAJI DAN UMROH.
Ibadah haji dan umroh merupakan rukun iman yang ke lima. Banyak hikmah yang terkandung di dalamnya, karena ibadah umroh dan haji adalah wujud kesadaran barin dan kecerdasan rasio.
Setiap orang yang telah melaksanakan ibadah umroh maupun haji pasti punya pengalaman spiritual yang berbeda antar jama’ah satu dengan jama’ah yang lainnya. Dan bahkan ada juga yang tak masuk akal atau di luar perkiraan.
Adapun hikmah sesudah melaksanakan haji dan umroh selengkapnya yang antara lain :

SA'I DAN UMROH
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »