Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. harga umroh desember Parung

saco-indonesia.com, Wibowo yang berusia (20) tahun , mahasiswa Universitas Palangkaraya (Unpar) Kalimantan Tengah (Kalteng) telah ditemukan tewas terseret arus dan tenggelam di Sungai Barito. Korban telah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa setelah tim penyelamat melakukan penyisiran selama empat jam usai menerima laporan.

Saat kejadian, mahasiswa Unpar semester III, warga Jalan Sengaji Hilir Gang Kuala Lumpur Muara Teweh ini ketika sungai sedang surut. Wibowo telah dilaporkan tenggelam sekitar pukul 17.00 WIB dan telah ditemukan pada pukul 21.00 malam Wib di kawasan Jalan Panglima Batur Muara Teweh.

"Korban ditemukan telah meninggal dunia di Sungai Barito setelah empat jam tenggelam," kata warga Muara Teweh, Dadang, Jumat (7/2).

Peristiwa nahas yang telah menimpa atlet bulu tangkis di Barito Utara ini telah terjadi karena tidak bisa berenang. Namun, korban bersama adik dan kawan-kawannya nekat mandi di Sungai Barito yang dangkal di dekat Muara Sungai Butong (anak Sungai Barito).

Di tengah mandi bersama, korban yang juga putra seorang PNS Dinas Perhubungan Barito Utara itu memisahkan diri dari teman-temannya. Wibowo juga sempat meminta tolong, namun teriakannya tidak dihiraukan oleh rekan-rekannya yang berada di sungai tersebut.

"Tanpa diketahui penyebabnya tiba-tiba korban terbawa arus, namun karena asiknya mereka mandi, sehingga tidak menghiraukan korban berteriak minta tolong," beber warga lainnya, Agus.

Kemudian teman-temannya berlarian berupaya untuk menolong, tetapi korban sudah terseret arus bawah yang deras dan hilang ditelan Sungai Barito. Upaya pencarian dilakukan hingga malam hari oleh jajaran anggota polisi dan TNI-AD setempat serta warga setempat dan korban telah berhasil ditemukan tidak jauh dari tempat kejadian musibah.

"Surutnya Sungai Barito memudahkan pencarian terhadap korban dan jasad korban langsung dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Muara Teweh untuk divisum," ungkapnya.


Editor : Dian Sukmawati

MAHASISWA UNPAR TEWAS TENGGELAM DI SUNGAI BARITO

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »