Biaya Paket Umroh Promo Murah November Desember

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. daftar umroh ramadhan Bogor

Saco-Indonesia.com - Meskipun sama-sama disebabkan oleh virus, influenza sangat berbeda dengan penyakit batuk pilek biasa. Bila penyakit batuk pilek dengan demam bisa sembuh sendiri dengan cukup istirahat, influenza bisa menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru.

Banyak penyakit virus bukan influenza disebut flu. Hal ini tentu menimbulkan kerancuan besar. Penyakit influenza disebabkan oleh tiga jenis virus, yaitu virus A, B, dan C. Semuanya menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan air ludah atau kontak langsung seperti bersalaman dengan orang yang baru saja bersin.

Influenza biasanya menyerang bersama dengan demam, menggigil, nyeri otot dan pegal-pegal, lemah, tidak enak badan dan sakit tenggorokan.

"Semua tanda dan gejalanya hampir sama dengan batuk pilek biasa tetapi cenderung lebih parah. Bila gejalanya terjadi lebih dari tiga hari biasanya ini influenza," kata Prof.dr.Cissy Kartasasmita, Sp.A (K), guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung.

Epidemi influenza yang terjadi setiap tahunnya bisa menyerang siapa saja, namun menurut Prof.dr.Samsuridjal Dzauji, Sp.PD, ada beberapa kelompok tertentu yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi influenza. Kelompok tersebut antara lain anak-anak berusia kurang dari dua tahun, orang berusia di atas 65 tahun, wanita hamil, penderita penyakit kronik, calon jemaah haji, serta para petugas layanan medis.

"Lebih dari 90 persen kematian akibat influenza terjadi pada kelompok usia di atas 65 tahun. Pada mereka kekebalan tubuhnya rendah sehingga bisa menyebabkan komplikasi radang paru, bahkan ada juga yang menybabkan infeksi jantung," kata dr.Samsuridjal dalam acara diskusi Pahami dan Cegah Influenza: Dari Musiman hingga Pandemik di Jakarta (21/5).

Pasien dengan penyakit kronik seperti pasien penyakit jantung, paru atau asma juga berpontesi lebih besar untuk menderita komplikasi akibat influenza. Sementara itu pada petugas layanan medis seperti dokter, perawat, atau bidan juga rentan terpapar virus influenza dan berpontensi menularkannya kepada pasien lain.

Setiap tahun sekitar 500.000 orang meninggal karena penyakit yang berkaitan dengan influenza. Dengan kata lain, penyakit ini sebaiknya tidak dianggap ringan.

Cara pencegahan flu yang utama adalah dengan suntikan influenza. "Selain mencegah penularan, vaksin juga mencegah komplikasi dan mempersiapkan diri menghadapi pandemi influenza," kata dr.Samsuridjal yang juga menjadi ketua satuan tugas imunisasi dewasa Ikatan Dokter Indonesia ini.

Pencegahan lain adalah dengan menjaga kekebalan tubuh dan membiasakan hidup bersih. "Sering-sering mencuci tangan dengan sabun juga dianjurkan karena virus flu bisa menular lewat kontak langsung," katanya.

Pasien yang terkena influenza juga disarankan untuk beristirahat di rumah sampai penyakitnya sembuh. "Selain mempercepat penyembuhan, istirahat di rumah juga agar tidak menularkan penyakitnya pada orang lain," kata dr.Cissy.

Sumber :kompas.com

Editor : Maulana Lee

Jangan Abaikan Komplikasi Influenza Bisa Serius

Artikel lainnya »