Umroh Ramadhan

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. daftar umroh Garut

saco-indonesia.com, Wakapolri Komjen Pol Oegroseno akan segera memasuki masa pensiunnya pada akhir Februari 2014. Namun. Kapolri Jenderal Pol Sutarman belum juga menentukan pengganti Oegroseno.
 
Ketua Presidiun Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, juga mengatakan Wakapolri yang baru juga harus bisa membantu Kapolri untuk dapat membenahi masalah internal yang ada di korps baju cokelat itu.
 
"IPW juga tidak akan menyebut nama karena bisa dinilai sebagai pesan sponsor. Tapi, yang jelas Wakapolri yang baru juga harus mampu membantu tugas Kapolri, terutama dalam menyangkut pengembangan internal Polri," jelas Neta, Senin (3/2/2014) kemarin.
 
Menurut Neta, tugas pengembangan internal Polri, telah meliputi pengawasan dan pengembangan manajemen organisasi Polri. Selain itu, juga penataaan sistem kaderisasi Polri, memimpin Dewan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Wanjak) Polri dan memimpin rapat-rapat perencanaan dalam proyek-proyek pengadaan di Polri.
 
"Tugas Wakapolri yang berat itu juga harus didukung semangat anti-korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Agar Polri semakin profesional," tegasnya.
 
Neta juga menambahkan, Wakapolri baru juga harus membantu Kapolri dalam membuat strategi-strategi dalam mengamankan Pemilu dan Pilpres 2014.


Editor : Dian Sukmawati

WAKAPOLRI BARU HARUS SATU HATI DENGAN KAPOLRI
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »