Paket Umroh Hemat bulan Januari

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. daftar travel penyelenggara haji plus

saco-indonesia.com, Menjelang malam tahun baru, keamanan di Jakarta akan semakin diperketat. Di wilayah Jakarta Timur, sebanyak 2.000 personel kepolisian akan diterjunkan untuk dapat mengamankan perayaan malam tahun baru di beberapa titik keramaian.

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Mulyadi Kaharni juga mengatakan, di wilayah hukumnya ini, penjagaan juga akan diperketat di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang diprediksi sebagai titik kumpul para warga.

"Jelang malam pergantian tahun, Polres Jakarta Timur telah menurunkan sebanyak 2.000 personel. Hal itu untuk dapat menjaga keamanan wilayah agar kondusif," kata Mulyadi, Selasa (31/12).

Mulyadi juga menjelaskan, 2.000 personel tersebut telah terdiri dari 1.200 anggota polres dan 800 anggota gabungan dari setiap polsek yang ada di Jakarta Timur. Mulyadi juga menambahkan, untuk dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, beberapa anggota kepolisian juga akan diberikan persenjataan yang lengkap nantinya.

"Kita fokuskan di TMII karena pusat perayaan di Jakarta Timur di situ. Dan saya perintahkan kepada anggota agar tetap untuk berjaga-jaga juga usai perayaan malam tahun baru," ucapnya.

Sementara untuk dapat mencegah terjadinya kemacetan, Mulyadi juga menambahkan, akan melakukan pengalihan arus lalu lintas di beberapa titik wilayah agar tidak terjadi penumpukan, kendaraan yang datang dari wilayah Jakarta Pusat maupun Utara.

"Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kita kebagian macetnya saja karena pusat kegiatan perayaan terbesar ada di Jakarta Pusat dan Ancol. Makanya nanti kita akan alihkan beberapa jalan ke wilayah lain," tandasnya.


Editor : Dian Sukmawati

POLRES JAKTIM AKAN TERJUNKAN 2000 PERSONEL

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »