Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. daftar haji khusus di Sawangan

saco-indonesia.com, Enam bandit jalanan pembacok Kapolsek Astananyar Kompol Sutarih, telah dijerat pasal berlapis. Bahkan, tersangka Evi dan Ali telah dihadiahi satu pasal bonus karena diduga kuat sebagai otak dan orang yang telah menyuruh tersangka lainya membacok Kapolsek.

Keenam tersangka tersebut diganjar dengan pasal berlapis mulai dari penganiayaan, pengeroyokan, melawan aparat, dan percobaan penjambretan. “ Pasal yang dikenakan ke tersangka berlapis,“ ungkap Wakasat Reskrim Polrestabes Bandung Kompol Indra Gunawan.

Tersangka, lannjutnya telah dijerat dengan pasal 170 KUH Pidana dan pasal 351 KUH Pidana tentang pengeroyokan dan penganiayaan. Penyidik juga telah menjerat tersangka dengan pasal 212 dan 214 KUH Pidana tentang melawan aparat. “ Tersangka membacok Kapolsek saat menjalankan tugas,“tegasnya.

Untuk dua tersangka Evi dan Ali penyidik telah memberikan bonus pasal 53 KUH Pidana, percobaan melakukan tindak pidana. “ Para tersangka tersebut beraksi dibawah kendali minuman keras. Terbukti saat ditangkap mereka tidak mengaku dan merasa membacok Kapolsek,“ tambahnya.

Diberitakan, Minggu subuh pukul 03.30 dini hari Kapolsek Astanaanyar Kompol Sitorih, telah dibacok oleh kawanan pemuda mabuk di tempat Karoke Anggun, Jalan Sudirman Bandung. Saat ingin melerai Kapolsek malah dihadiahi bacokan oleh tersangka. Dalam tempo dua jam polisi telah berhasil menangkap enam tersangka masing masding Evi Rudianto,28, Ali Apriansah,34, Ikar alias Haikan,22, Anggra Jayaningrat alias Sanif,23, Irfan,20, dan Ade Ogi,22,. Dari keenam tersangka tersebut satu diantaranya Ikrar, terpaksa harus ditembak kaki kananya karena telah melawan saat ditangkap. (Dono)


Editor : Dian Sukmawati

 

ENAM TERSANGKA PEMBACOK KAPOLSEK TELAH DIJERAT DENGAN PASAL BERLAPIS

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »