Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari
Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. daftar haji khusus di Bekasi Utara
GEMPA DAN PETIR BUKAN DARI GUNUNG MERBABU
saco-indonesia.com, Gempa yang disertai petir yang telah mengakibatkan dentuman di sekitar lereng Gunung Merbabu tepatnya di Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Senin (17/2) kemarin pagi sempat mengagetkan warga setempat. Tetapi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah telah memastikan hal itu bukan karena aktivitas Gunung Merbabu.
"Kami juga sudah melakukan koordinasi setelah mendengar informasi tersebut. Saya langsung hubungi Mas Bandriyo (Kepala BPPTK Yogyakarta) dari pos pemantauan Merapi. Tapi Merapi Aman, Merbabu juga aman," kata Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana, saat dikonfirmasi Senin (17/2).
Sarwa juga telah menjelaskan soal muncul dan terdengarnya suara dentuman yang menurutnya bukan berasal dari Gunung Merbabu. Tetapi, dentuman itu adalah suara lain yang kebetulan telah terjadi bersamaan adanya gempa lokal atau getaran.
"Dentuman itu belum dapat diketahui asalnya. Mungkin suara lain tapi bersamaan dengan getaran," ujar Sarwa.
Sebelumnya, gempa yang berkekuatan cukup besar disertai sambaran kilat telah terjadi di sekitar lereng Gunung Merbabu, tepatnya di Dusun Piji dan Krajan, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 06.00 WIB. Akibat gempa itu, 17 rumah warga telah mengalami rusak sedang dan puluhan lainnya rusak ringan.
Rumah yang telah mengalami rusak sedang adalah milik Supanggih (50 tahun) warga RT 10 / RW 5, Dusun Piji, Desa Sumogawe, Suwarji (51 tahun) warga RT 01 / RW 02 Dusun Krajan, Desa Sumogawe, serta Sidik Sumarni (70 tahun) dan Wiwit(40 tahun) yang keduanya juga merupakan warga RT 05 / RW 02 Dusun Krajan.
Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake
Photo
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas.Credit Daniel Berehulak for The New York Times
KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.
Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.
“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”
Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.