Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. biro haji onh plus di Bekasi barat

saco-indonesia.com, Ketua DPRD Banten Aeng Haeruddin hari ini akan diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Aeng akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Tubagus Chaery Wardana alias Wawan.

"Iya ada pemeriksaan tambahan, namanya Aeng untuk dalam kasus TCW," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP, melalui pesan singkat, Rabu (12/2).

Diduga Aeng akan diperiksa terkait dalam penyitaan mobil-mobil mewah terkait Wawan. Informasi yang telah dihimpun, Wawan telah membagi-bagikan uang dan mobil kepada sejumlah anggota DPRD Banten, termasuk Aeng yang diduga telah menerima pemberian mobil Alphard dan Mercedes Bens.

Diketahui, KPK telah menyita puluhan mobil terkait dalam kasus dugaan TPPU Wawan. Di antaranya, KPK juga telah menyita empat mobil mewah yakni Bentley, Roy Royce, Ferrari dan Lambhorgini. KPK juga telah menyita 3 Innova, Avanza, Ford Fiesta, Fortuner, dua buah Pajero, BMW, dan Honda Freed.

Kemudian tiga mobil mewah yakni Lexus B 888 ARD, Nissan GTR warna putih B 888 GAW, dan Land Cruiser B 888 TCW. KPK juga telah menyita 1 motor Harley Davidson yang diduga atas nama Wawan. Terakhir, KPK juga telah menyita mobil Alphard Vellfire yang bernomor polisi B 818 TTA dan mercy seri C250 bernomor polisi B 818 WWN.


Editor : Dian Sukmawati

KETUA DPRD BANTEN DIPERIKSA KPK TERKAIT KASUS WAWAN

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »